Selasa 29 Aug 2023 00:03 WIB

Zulhas Mengaku Sudah Lapor Jokowi Soal Mendukung Prabowo

Ketum PAN Zulkifli Hasan mengaku sudah melapor ke Jokowi soal mendukung Prabowo.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ketum PAN Zulkifli Hasan mengaku sudah melapor ke Jokowi soal mendukung Prabowo.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. Ketum PAN Zulkifli Hasan mengaku sudah melapor ke Jokowi soal mendukung Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan bahwa partainya resmi mendukung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai bakal calon presiden (capres). Keputusan tersebut juga sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Zulhas sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) menilai wajar jika dirinya melapor kepada Jokowi. Sebab, dirinya adalah pembantu Jokowi di Kabinet Indonesia Maju.

Baca Juga

"Ya lapor, beliau itu bagaimana nggak kita ajak diskusi, wali kota hebat, dari Solo jadi gubernur menang. Jadi presiden dua kali menang, mutlak hebat," ujar Zulhas dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) rangkaian HUT ke-25 PAN, di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (28/8/2023) malam.

Kendati melapor, keputusan PAN mendukung Prabowo adalah hasil kesepakatan di internal partainya. Jokowi sendiri tak memberikan arahan terkait keputusan partainya tersebut.

"Kita lapor, kita diskusi, tapi catet tidak ada arahan. Jadi kalau ditanya ada arahan atau tidak? tidak ada arahan," tegas Zulhas.

Sebelumnya, Prabowo menyambut baik deklarasi dukungan yang disampaikan kepadanya oleh Partai Golkar dan PAN. Klaimnya, tak ada sangkut pautnya Presiden Jokowi dalam bergabungnya kedua partai politik tersebut dalam pengusungannya sebagai bakal capres.

"Tidak ada arahan Jokowi," ujar Prabowo di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Ahad (13/8/2024).

"Jadi begini Pak Jokowi orang yang sangat demokratis jadi beliau sangat menghormati independensi dan hak setiap partai politik. Saya kira itu yang harus saya tegaskan," sambungnya.

Menurutnya, Partai Golkar dan PAN memiliki independensi dalam menyatakan sikapnya. Dalam hal ini adalah dukungan keduanya kepada Prabowo untuk menjadi bakal calon presiden (capres) pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

"Apapun keputusan partai, partai apapun, pengalaman saya, dan keyakinan saya, saya kira semua ketua umum, beliau (Jokowi) tidak akan melarang. Tidak akan mendikte, itu yang  kenyataannya demikian," ujar Prabowo.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement