Jumat 25 Aug 2023 11:31 WIB

BNSP Dinilai Perlu Jembatani Calon Pekerja dengan Industri

Berjaraknya dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri masih menjadi tantangan.

Calon anggota BNSP Bahsian menilai, BNSP punya peran strategis untuk memastikan SDM Indonesia terhubung dan terpadu dengan dinamika dunia industri.
Foto: Dok Pri
Calon anggota BNSP Bahsian menilai, BNSP punya peran strategis untuk memastikan SDM Indonesia terhubung dan terpadu dengan dinamika dunia industri.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Berjaraknya dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia industri masih menjadi tantangan yang dihadapi Indonesia. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dinilai mempunyai peran strategis untuk memastikan sumber daya manusia (SDM) Indonesia terhubung dan terpadu dengan dinamika dunia industri. 

"Demi mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia Maju, BNSP harus mengambil komitmen untuk menghubungkan dan memadukan skema kompetensi dengan kebutuhan nyata industri," ujar calon anggota BNSP Bahsian, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/8/2023).

Baca Juga

Bahsian menjelaskan, BNSP sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam mengatur sertifikasi profesi di Indonesia, memiliki peran krusial dalam memastikan bahwa lulusan pendidikan memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan industri. Hal ini harusnya diwujudkan melalui skema kompetensi yang terintegrasi dengan kebutuhan sektor industri. “Peran ini dalam pandangan kami yang masih belum optimal dilakukan BNSP,” katanya. 

Dia mengungkapkan, banyak SDM Indonesia yang mumpuni namun tidak bisa mendapatkan kesempatan hanya karena belum optimalnya BNSP dalam mengakomodasi skema kompetensi yang dibutukan sektor industri. Akibatnya kualitas SDM Indonesia tidak bisa dihargai secara maksimal.

“Ada banyak SDM Indonesia awalnya hanya sebagai helper engineer, karena pengalamannya dia bisa  menjadi engineer tapi terganjal oleh sehelai kerta 'Sertifikasi Keahlian', BNSP harus mampu mengurai problem itu, agar target SDM Unggul Indonesia Maju bisa dicapai,” kata alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut. 

Ke depan, lanjut Bahsian, BNSP harus mampu membuka ruang-ruang komunikasi yang lebih luas dengan pemangku kepentingan (stake holder) di bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Baik kalangan pendidikan sebagai penyedia sumber daya maupun dengan dunia industri sebagai pengguna.

"BNSP harus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan di berbagai sektor industri untuk mengidentifikasi kebutuhan aktual dan mengintegrasikan elemen-elemen penting ini ke dalam program sertifikasi,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement