Rabu 23 Aug 2023 20:24 WIB

Kurangi Polusi, 52 Bus Listrik Transjakarta Mengaspal di Jakarta

Puluhan bus listrik beroperasi di tiga rute yang masih berpusat di Jakarta Selatan.

Rep: Eva Rianti/ Red: Gita Amanda
 PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengatakan telah mengoperasikan puluhan bus Transjakarta berbahan bakar listrik, (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengatakan telah mengoperasikan puluhan bus Transjakarta berbahan bakar listrik, (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengatakan telah mengoperasikan puluhan bus Transjakarta berbahan bakar listrik di beberapa rute perjalanan di Jakarta. Pengoperasian bus-bus listrik itu disinyalir dapat berkontribusi menekan pencemaran udara di Ibu Kota.  

"Jumlah bus listrik yang sudah selesai kita uji coba dan memenuhi standar itu ada empat pabrikan. Dan saat ini yang sudah mengaspal di rute Transjakarta sudah ada 52 bus," kata Direktur Operasi dan Keselamatan TransJakarta Daud Joseph kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/8/2023). 

Baca Juga

Daud mengatakan, puluhan bus listrik itu beroperasi di tiga rute yang masih berpusat di Jakarta Selatan (Jaksel). "Bus listrik ini beroperasi di tiga rute yang kita khususkan di satu wilayah di Jaksel untuk kita pantau emisi yang dikeluarkan, apakah sudah bisa berkontribusi untuk menurunkan emisi di Jakarta," ujar dia. 

Ketiga rute operasional bus listrik Transjakarta itu yakni, koridor D21 rute UI-Lebak Bulus, koridor 7A rute Kampung Rambutan-Lebak Bulus, dan koridor 1E rute Pondok Labu-Blok M.  

Daud mengatakan, rute UI-Lebak Bulus dinilai padat dan melayani sebanyak 8.000 pelanggan di tiap harinya. Adapun rute Kampung Rambutan-Lebak Bulus, pelanggannya diklaim cukup antusias karena wilayah tersebut baru berkembang, tepatnya di sepanjang Jalan TB. Simatupang yang notabene banyak gedung perkantoran hingga pusat perbelanjaan. 

Kemudian rute Pondok Labu-Blok M juga dinilai sangat strategis karena banyak permukiman penduduk serta pusat perbelanjaan. "Kami sudah prediksi dapat melayani jumlah yang signifikan," ujar Daud.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement