Ahad 20 Aug 2023 22:25 WIB

Kualitas Udara Buruk, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker dan tidak Bakar Sampah

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Bandung masuk kategori sedang.

Sejumlah warga beraktivitas di area Taman Cikapayang Dago, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung.
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Sejumlah warga beraktivitas di area Taman Cikapayang Dago, Jalan Ir H Juanda, Kota Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Jawa Barat, mengimbau warga setempat untuk menggunakan masker hingga tidak membakar sampah, dalam menyikapi kondisi udara Bandung dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kategori Sedang. "Ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama oleh warga Bandung untuk menjaga diri dan memulihkan kualitas udara di Kota Bandung, yakni mulai menggunakan masker dan tidak membakar sampah," kata Kepala Seksi Pemantauan Lingkungan DLH Kota Bandung Irene Irmamuti di Bandung, Ahad (20/8/2023).

Ia mengatakan, dalam menjaga diri dan memulihkan kondisi udara Bandung, ada empat hal yang bisa dilakukan, yang pertama, masyarakat Bandung diharapkan menggunakan masker apabila berada di area padat lalu lintas, dan area luas yang kering agar terlindungi dari debu.

Baca Juga

Kemudian yang kedua, kata dia, melaksanakan penanaman pohon serta pemeliharaannya, karena pohon berfungsi sebagai pereduksi polusi udara. Yang ketiga, lanjut dia, selalu memelihara kendaraan bermotor, di antaranya melalui tune up rutin dan melakukan uji emisi kendaraan.

"Dan yang keempat, tidak membakar sampah rumah tangga di halaman rumah karena asap dan baunya dapat mencemari udara dan mengganggu lingkungan sekitar," katanya.

Empat hal ini, kata dia, diharapkan sedikit banyak memperbaiki kualitas udara di Bandung di mana angka ISPU dalam satu pekan terakhir menunjukkan tertinggi pada angka 93, dan terendah pada angka 67 untuk parameter PM2,5.

"Jadi memang sejauh ini di Bandung kategorinya sedang, yakni kualitas udara masih dapat diterima pada manusia, hewan dan tumbuhan (51-100). Idealnya kualitas udara itu terbagus pada kategori baik yang berarti sehat yakni ISPU di angka 0-50," katanya.

Kondisi tersebut terjadi, kata dia, karena PM2,5 yang merupakan partikulat yang dapat bersumber secara alami dari debu, asap kendaraan bermotor, serta asap cerobong pabrik, terproduksi cukup banyak.

"Untuk sekarang ini kondisi tersebut karena cuaca ekstrem di Kota Bandung yakni musim kemarau, dan juga karena posisi Kota Bandung yang berada pada cekungan menyebabkan akumulasi polusi lebih lama," ujarnya.

Sebagai solusi selain imbauan pada masyarakat yang juga melibatkan unsur kewilayahan untuk sosialisasi, katanya, DLH Kota Bandung saat ini sedang melakukan beberapa upaya agar kualitas udara di Kota Bandung meningkat, seperti dengan melaksanakan pembinaan kepada pelaku usaha yang kegiatannya dapat mencemari kualitas udara.

Sosialisasi juga dilakukan kepada unsur pemerintahan, masyarakat, kalangan akademisi dan pelaku usaha tentang eco driving, serta bimbingan teknis kepada pelaku usaha dalam upaya pengendalian pencemaran udara. "DLH Kota Bandung juga melaksanakan pemantauan kualitas udara secara kontinyu untuk mengetahui kondisi kualitas udara," kata Irene.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement