Jumat 18 Aug 2023 20:59 WIB

PAN Dukung Pemimpin Kuat yang Lanjutkan Program Jokowi

PAN juga aktif mengawal agar program pemerintahan Presiden Jokowi dapat terealisasi.

Rep: Erik PP/Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno.
Foto: Republika/Febryan A
Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Amanat Nasional (PAN) mendorong hadirnya pemimpin kuat yang bisa melanjutkan program kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAN, Eddy Soeparno mengatakan, partainya sangat mendukung program orang nomor satu di Indonesia tersebut terus berlanjut.

PAN juga aktif mengawal agar program pemerintahan Presiden Jokowi dapat terealisasi dengan baik dan sesuai dengan kepentingan masyarakat. Karenan itu, sambung dia, dalam menatap pergantian kepemimpinan ke depan, PAN merasa perlu pemimpin yang berkomitmen untuk meneruskan program dari Presiden Jokowi.

"Poin utama dalam hal ini saya menyatakan pentingnya pemimpin yang kuat untuk melanjutkan cita-cita kedaulatan program Presiden Joko Widodo," kata Eddy kepada wartawan di Jakarta, kemarin.

Presiden Jokowi sangat memperhatikan pembangunan dan peningkatan ekonomi untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Hal tersebut juga sejalan dengan visi dan misi dalam membangun Indonesia jadi lebih baik ke depannya.

PAN memberitahu perencanaan pembangunan di Indonesia memiliki dasar, yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Oleh karena itu, PAN memfokuskan pembangunan sebagai upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa.

Eddy menambahkan sudah ada banyak pembangunan Presiden Jokowi yang dirasakan oleh masyarakat. Di antaranya, pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM), serta belanja APBN yang fokus dan tepat sasaran.

"Kebijakan ini jadi keberanian yang harus dilanjutkan pemimpin bangsa ke depan. Indonesia harus menjadi basis produksi untuk mewujudkan cita-cita kedaulatan ekonomi," kata Eddy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement