Kamis 17 Aug 2023 23:50 WIB

Niat Mau Perbaiki Tali yang Putus, Pelatih Paskibraka Jatuh dari Tiang Bendera

Akibat kejadian ini, akhirnya pengibaran bendera dilakukan dengan menggunakan bambu.

Pengibaran bendera (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pengibaran bendera (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LAMPUNG SELATAN -- Upacara peringatan HUT Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia di Lapangan Desa Kertosari, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Lampung Selatan diwarnai insiden terjatuhnya pelatih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) saat upacara berlangsung. Hal ini terjadi setelah tiang bendera yang dipanjatnya patah.

Kapolres Lampung Selatan, Polda Lampung AKBP Yusriandi Yusrin membenarkan bahwa telah terjadi peristiwa kecelakaan terjatuhnya pelatih Paskibraka dari tiang bendera saat memanjat dan berusaha mengambil tali yang terputus. "Iya benar, pada 17 Agustus 2023 sekitar pukul 09.00 WIB, telah terjadi peristiwa terjatuhnya pelatih Paskibraka Desa Kertosari dari tiang bendera," kata AKBP Yusriandi Yusrin, saat dihubungi dari Pesisir Barat, Kamis (17/8/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan jatuhnya pelatih Paskibraka Desa Kertosari tersebut, akibat dari tiang bendera pada saat pengibaran bendera Merah Putih dalam Upacara HUT ke-78 RI tali tiang bendera tersebut putus. "Sehingga salah satu pelatih Paskibraka tersebut berinisiatif memanjat tiang bendera untuk memperbaiki tali yang putus," kata dia lagi.

Namun, katanya lagi, pada saat pelatih Paskibraka tersebut akan memperbaiki tali yang putus, tiang bendera yang dipanjat oleh pelatih tersebut patah yang mengakibatkan ia terjatuh sehingga harus mendapatkan perawatan di Puskesmas Tanjung Sari. "Alhamdulillah korban kondisi sehat. Saat ini korban sudah membaik dan istirahat di rumahnya, korban mengalami pegal-pegal pada kaki," katanya.

 

Kapolres mengatakan, dirinya bangga terhadap pelatih Paskibraka yang berani menaiki tiang bendera tujuannya hanya ingin melancarkan upacara tersebut.

"Salut dan bangga, luar biasa perjuangan serta pengorbanan beliau," ujarnya lagi.

Akibat peristiwa tersebut, kata dia pula, proses pengibaran bendera Merah Putih oleh anggota Paskibraka Desa Kertosari tersebut gagal, namun tetap dikibarkan dengan tiang yang menggunakan bambu. Pelatih Paskibraka yang terjatuh tersebut bernama Nehru, pekerjaan guru honorer, dan berusia 32 tahun asal Desa Purwodadi Simpang, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement