Senin 07 Aug 2023 23:22 WIB

Antisipasi Wabah Antraks, Trenggalek Perketat Lalu Lintas Ternak

Pemkab Trenggalek tetap waspada meski belum ada laporan kasus antraks di wilayahnya.

Dokter hewan memeriksa kondisi kesehatan sapi (ilustrasi). Pemkab Trenggalek memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan ternak untuk mengantisipasi penyebaran antraks.
Foto: Antara/Siswowidodo
Dokter hewan memeriksa kondisi kesehatan sapi (ilustrasi). Pemkab Trenggalek memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan ternak untuk mengantisipasi penyebaran antraks.

REPUBLIKA.CO.ID, TRENGGALEK -- Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan ternak, khususnya untuk jenis sapi. Hal ini dilakukan demi mengantisipasi sebaran wabah antraks dari daerah lain.

"Saat ini belum ada laporan ada kasus di Trenggalek, namun kita patut waspada,” kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Trenggalek Joko Susanto di Trenggalek, Senin (7/8/2023).

Dia mengatakan, kesiagaan dan peningkatan pengawasan dilakukan di beberapa titik perbatasan, khususnya yang berdekatan dengan daerah pinggiran Kabupaten Tulungagung.

Pengetatan lalu-lintas ternak itu dilakukan di daerah-daerah yang dinilai krusial menjadi jalur perdagangan ternak sapi. Seperti di wilayah Kecamatan Durenan dan Kecamatan Bendungan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tulungagung.

 

"Apalagi di Kecamatan Bendungan yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Pagerwojo. Di sana banyak sekali peternak sapi perah. Selain di beberapa titik tertentu, kita juga lakukan pemeriksaan di pasar-pasar," ujarnya.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan hingga sosialisasi kepada masyarakat, petugas juga menggencarkan vaksinasi. Dia menyebut saat ini vaksin pada hewan ternak itu telah masuk tahap tiga. Selain untuk antisipasi antraks, vaksinasi itu dilakukan untuk menanggulangi penyakit lain pada ternak seperti PMK dan LSD.

"Jadi ada petugas khusus yang sudah kompeten sudah mengikuti bimtek terjun ke masyarakat langsung, nanti jika ada hewan yang terindikasi sakit segera kita isolasi," katanya.

Di luar itu, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak tergiur dengan harga beli ternak yang cenderung murah, utamanya yang berasal dari daerah endemi. Sebab harga ternak yang tak lazim itu patut dicurigai terpapar penyakit tertentu. Apalagi terdapat jenis penyakit tertentu yang gejalanya sulit terdeteksi oleh masyarakat awam.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement