Senin 31 Jul 2023 17:15 WIB

Antisipasi Penimbunan Elpiji 3 Kg, Polisi Cek Agen di Malang

Langkah ini dilakukan agar stok elpiji 3 kg cukup di Malang.

Warga mengangkat elpiji ukuran 3 kg (ilustrasi). Polres Malang melakukan antisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg.
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Warga mengangkat elpiji ukuran 3 kg (ilustrasi). Polres Malang melakukan antisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kg.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Kepolisian Resor (Polres) Malang melakukan langkah antisipasi adanya penimbunan elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kelangkaan stok, caranya yaitu dengan melakukan pengecekan pada sejumlah agen yang ada di wilayah tersebut.

Kasi Humas Polres Malang Iptu Ahmad Taufik di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (31/7/2023) mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan elpiji 3 kilogram di pasaran dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan masyarakat.

"Kami telah melakukan pemantauan pada sejumlah agen penyedia elpiji 3 kilogram untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan," kata Taufik.

Taufik menjelaskan, jika terjadi penimbunan terhadap komoditas penting tersebut maka hal itu akan berpengaruh terhadap stabilitas harga serta menyebabkan kelangkaan yang berdampak pada kurangnya pasokan untuk masyarakat. Oleh karena itu, lanjutnya, Polres Malang berkomitmen untuk turut serta dalam upaya pencegahan dan penindakan jika terjadi pelanggaran. Selain itu, ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak ragu untuk memberikan tindakan tegas jika ada pihak-pihak yang terlibat praktik penimbunan.

"Kami akan mengambil langkah hukum yang tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku jika ada agen atau individu yang mencoba memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan pribadi," katanya.

Ia mengatakan, Polres Malang juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau kelangkaan elpiji tiga kilogram di sekitar wilayah mereka.

"Kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat membantu pihak berwenang untuk lebih efektif mengatasi permasalahan ini," katanya.

Sebagai konsumen, lanjutnya, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan gas elpiji secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Mengurangi pemborosan dan memastikan pemakaian yang efisien yang pada akhirnya berdampak positif pada ketersediaan dan harga elpiji secara keseluruhan.

Dengan pemantauan yang rutin dan kerja sama yang erat antara pihak berwenang, pelaku usaha, dan masyarakat, diharapkan penimbunan dan kelangkaan elpiji dapat diminimalisasi dan masyarakat dapat terus mengakses komoditas itu dengan harga yang wajar dan terjangkau.

"Harapannya melalui upaya pemantauan yang dilakukan oleh Polres Malang dan polsek jajaran, tidak ada lagi pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan mengambil keuntungan di luar batas kewajaran," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement