Selasa 25 Jul 2023 01:05 WIB

Pelajar Main Ponsel di Sekolah, Heru Budi: Tantangan Luar Biasa

Pelajar kerap bermain ponsel di sekolah, Heru Budi sebut ini tantangan luar biasa.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Bilal Ramadhan
Siswa berseragam Pramuka duduk memainkan ponsel. Pelajar kerap bermain ponsel di sekolah, Heru Budi sebut ini tantangan luar biasa.
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Siswa berseragam Pramuka duduk memainkan ponsel. Pelajar kerap bermain ponsel di sekolah, Heru Budi sebut ini tantangan luar biasa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan untuk menghadapi para pelajar sekarang adalah tantangan yang sangat besar. Sebab, dengan perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi mereka lebih fokus menggunakan ponsel di sekolah.

"Saya sering keliling sekolah baik SD, SMP maupun SMA. Ketika saya berkunjung ke sekolah, memang tantangan luar biasa buat para pelajar adalah HP atau online," kata Heru dalam keterangannya pada Senin (24/7/2023).

Baca Juga

Kemudian, ia melanjutkan para pengawas dan guru di sekolah harus mendorong para pelajar agar menggali potensi mereka masing-masing. "Karena itu, kita perlu menggali dan mengarahkan potensi minat para pelajar agar mampu meraih potensi emasnya di 2045," kata Heru.

Ia mengingatkan agar semua pihak dapat meningkatkan potensi diri yang ada dalam diri anak-anak. Salah satunya, dengan membantu anak-anak dapat memilih minat dan bakat sesuai dengan potensi diri dan karakter masing-masing untuk masa depan mereka.

 

"Saya juga mengajak semua pihak, baik orang tua, guru, tenaga pendidik, dan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama memberikan perhatian dan dukungan optimal bagi tumbuh kembang anak. Bersama kita ciptakan landasan kokoh bagi masa depan gemilang anak bangsa," kata Heru.

Sebelumnya diketahui, Seusai pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di seluruh tingkatan pendidikan di Jakarta, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meninjau kegiatan belajar-mengajar peserta didik baru di SMA Negeri 21 Jakarta dan SMP Negeri 99 Jakarta, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur pada Kamis (20/7/2023).

Dalam kunjungannya, ia mengimbau para murid di sekolah untuk tidak melakukan tindakan perundungan atau bullying antarmurid serta tidak terpengaruh untuk ikut tawuran. Sebab, kalau para murid tersebut terlibat, KJP (Kartu Jakarta Pintar) yang mereka miliki bisa dicabut.

"Untuk masa depan kalian yang lebih baik, tidak boleh ada bullying dsan tawuran. Kalau terbukti, KJP bisa dicabut," kata Heru dalam keterangannya pada Jumat (21/7/2023).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement