Senin 24 Jul 2023 20:59 WIB

TNI Siapkan Pesawat Bantu Modifikasi Cuaca Antisipasi Kekeringan

TNI akan menyiapkan beberapa unit pesawat.

Rep: Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Hafil
Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh TNI AU, BPPT, BNPB, dan BMKG di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (9/1).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang dilakukan oleh TNI AU, BPPT, BNPB, dan BMKG di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (9/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--TNI akan menyiapkan beberapa unit pesawat untuk membantu memodifikasi cuaca dalam rangka antisipasi kekeringan. Selain itu akan dilakukan koordinasi dengan BMKG terkait titik rawan kekeringan.

"Kita akan melaksanakan bantuan untuk Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau modifikasi cuaca, dari TNI AU kita sudah siapkan, yang melaksanakan kan nanti BNPB itu," ucap Panglima TNI Laksamana Yudo Margono di Bandung, Senin (24/7/2023).

Baca Juga

Ia mengaku akan berkoordinasi dengan BMKG terkait daerah-daerah yang akan dilakukan TMC. Dengan begitu maka diharapkan antisipasi dapat dilakukan lebih awal.

Panglima TNI mengaku sudah mengintruksikan kepada seluruh jajarannya melakukan antisipasi terhadap daerah rawan kebakaran. Sehingga sejak dini dilakukan antisipasi.

Terkait dengan kekeringan di Papua, ia mengatakan telah mengirimkan bantuan dari Kementerian Sosial. Termasuk mengirimkan bahan makanan sebanyak 12 ton ke Timika.

"Nanti akan dieksekusi oleh pesawat kita ke daerah distrik maupun kabupaten di Papua yang terkena cuaca dingin itu sehingga tanaman banyak yang kering sehingga terjadi kekeringan di sana, jadi distrik Ilaga, kita sudah langsung aksi untuk melaksanakan membantu masyarakat di sana," kata dia.

Ia pun sudah memerintahkan jajaran berkoordinasi dengan Bulog mendistribusikan makanan ke daerah yang sulit. Apabila diperlukan perlengkapan medis maka akan disiapkan.

"Aparat di sana belum laporan kalau mungkin ada laporan perlu dilakukan pengiriman tenaga medis, akan kita siapkan," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement