Ahad 23 Jul 2023 17:02 WIB

Sejumlah Tokoh NU Disebut Bergabung ke PAN, Ini Kata Pengamat

Survei sebut elektabilitas PAN alami kenaikan

Ilustrasi partai PAN. Survei sebut elektabilitas PAN alami kenaikan
Foto: dok PAN
Ilustrasi partai PAN. Survei sebut elektabilitas PAN alami kenaikan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Partai Amanat Nasional (PAN) dinilai telah banyak terbukti bekerja nyata dalam upaya membantu masyarakat. Hal tersebut diwujudkan dari hadirnya banyak kader berkualitas PAN meski berlatar belakang artis atau publik figur. 

"Artis yang sudah terpilih, yang sudah lama di PAN bisa menjadi contoh untuk membuktikan bahwa PAN tidak main-main," kata Pengamat Politik UIN Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan. 

Baca Juga

Meski begitu, dia menambahkan PAN tetap perlu melakukan kerja-kerja politik untuk menghadapi Pemilu 2024 mendatang. Terutama bagi kader-kader baru PAN yang baru bergabung agar dapat meyakinkan masyarakat. 

"Kalau dilihat PAN sepertinya banyak menarik tokoh-tokoh, public figure yang dianggap punya popularitas. Itu tidak menjamin, tergantung kerja partai,” tambahnya. 

Lebih lanjut, dia mengatakan selain tokoh populer seperti artis, PAN memiliki kekuatan besar lainnya yang berasal dari Nahdlatul Ulama (NU). Sebab, banyak tokoh-tokoh NU bergabung dengan PAN dalam menghadapi Pemilu 2024. 

Tokoh-tokoh NU tersebut banyak berasal dari Jawa Timur seperti Gus Syaiful Nuri dari Pondok pesantren Sidogiri Pasuruan, Gus Ahmad Abdul Qodir dari pondok pesantren Syaikh Abdul Qodir Jailani. 

Baca juga: Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

Keberadaan tokoh-tokoh tersebut dapat dikapitalisasi oleh PAN mengingat banyak warga NU yang memegang prinsip Samina Wa Athona yaitu patuh terhadap pimpinan jamaah. 

“Kalau kita baca secara sosiologis, Nahdliyin itu tergantung kiai, Samina Wa Athona ke kiai. Walaupun dalam konteks politik agak cair, tetapi itu kan perlu dirangkul,” ungkapnya.

Sementara itu, terungkap dalam sejumlah penelitian tren elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) konsisten menguat sangat signifikan. Hal itu berkat PAN memberi ruang lebar bagi anak muda yang memberi dampak positif besar.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Ade Reza Haryadi mengatakan, PAN menjadi partai terbuka menjadi bentuk positif yaitu segmentasi pemilihan PAN semakin meluas. Adanya anak muda, membuat PAN terdampak secara elektoral di Pemilu 2024.

"Untuk saat ini PAN telah melakukan langkah yang bisa menjadi insentif elektoral dengan segmentasi pemilihan yang lebih luas, termasuk generasi milenial," kata Ade di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Terbukti, menurut hasil survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO), elektabilitas PAN kini terekam di angka 5,0 persen. Angka elektabilitas tersebut mengungguli partai lain seperti PKS, PPP, dan Perindo.      

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement