Jumat 21 Jul 2023 18:03 WIB

Demokrat: Cawapres Berani dan tak Bermasalah untuk Anies Sangat Relevan

Demokrat sebut cawapres berani dan tidak bermasalah untuk Anies sangat relevan.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Bilal Ramadhan
Mantan Gubernur DKI Jakarta ,Anies Baswedan. Demokrat sebut cawapres berani dan tidak bermasalah untuk Anies sangat relevan.
Foto: Republika/Haura Hafizhah
Mantan Gubernur DKI Jakarta ,Anies Baswedan. Demokrat sebut cawapres berani dan tidak bermasalah untuk Anies sangat relevan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menghargai adanya kriteria "0" calon wakil presiden (cawapres) Anies Rasyid Baswedan, yakni berani dan tak bermasalah. Jelasnya, kriteria tersebut sangat relevan dan sesuai kebutuhan saat ini.

"Tak memiliki beban masa lalu atau tak bermasalah dan memiliki keberanian ini sangat relevan dan sesuai dengan kebutuhan," ujar Kamhar lewat keterangannya, Jumat (21/7/2023).

Baca Juga

"Bukan sekedar pemenuhan kebutuhan untuk bisa berlayar, mengingat Koalisi Perubahan ini berbeda dengan selera dan kehendak penguasa. Maka, jika tak bersih dan tak punya keberanian, pasti tersandera," sambungnya.

Bersih dan berani ini pun sangat diperlukan jika mendapatkan kesempatan sejarah memperoleh mandat rakyat pada pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Sebab, berani dan tak bermasalah sangat sesuai dengan prinsip perubahan dan perbaikan yang ingin dibawa Anies.

 

"Bahwa pada agenda perubahan dan perbaikan ini terkandung empat substansi yang mesti dijalankan, yaitu menentukan apa hal yang harus diteruskan dari kebijakan sekarang, apa hal yang mesti dikoreksi dari kebijakan sekarang, apa yang harus dihentikan dari kebijakan sekarang, dan apa hal baru yang mesti dibuat sama-sama," ujar Kamhar.

Perwakilan Anies, Sudirman Said membenarkan adanya kriteria "0", yakni berani dan tak bermasalah bagi cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan. Sebab jika terpilih untuk periode 2024-2029, Anies tak ingin adanya permasalahan hukum dari pendampingnya.

"Sudah lama Pak Anies berpandangan demikian, karena kita ingin memulai ikhtiar perbaikan. Maka akan bagus kalau kepemimpinan nasional merupakan dwi tunggal yang bebas dari risiko-risiko hukum," ujar Sudirman lewat pesan singkat.

Menurut Anies, negara akan berwibawa bila yang tampil di panggung kepemimpinan nasional adalah pribadi-pribadi yang bersih dan kredibel. Serta, tidak koruptif, kompeten, dan punya visi besar tentang negara ini.

"Karena itulah Pak Anies memperkuat kriteria calon pendampingnya dengan cara demikian," ujar Sudirman.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement