Kamis 13 Jul 2023 18:48 WIB

Saat Mas Ojol Digoyang Pria LGBT di Atas Motor

Pengemudi ojol kerap mendapat perlakuan tidak senonoh dari penumpang gay.

Rep: Fergi Nadira/ Red: Friska Yolandha
Pengemudi ojek online bersiap membawa penumpang di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2023). Kemacetan masih terjadi di sisi timur Stasiun Palmerah yang diakibatkan ojek online yang menunggu penumpang di pinggir jalan karena belum adanya shelter lainnya dari mitra ojek online yang lain.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pengemudi ojek online bersiap membawa penumpang di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (13/6/2023). Kemacetan masih terjadi di sisi timur Stasiun Palmerah yang diakibatkan ojek online yang menunggu penumpang di pinggir jalan karena belum adanya shelter lainnya dari mitra ojek online yang lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komunitas lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) tampaknya makin terbuka di tengah gempuran penolakannya. Perlakuan mereka makin terang-terangan termasuk terhadap pengemudi ojek online atau ojol.

Mantan pengemudi ojol dari aplikasi Gojek, Maksus, menceritakan pengalaman membawa sekurangnya dua penumpang yang ia duga penyuka sesama jenis. Saat itu ia tidak menyangka akan diperlakukan tak senonoh ketika membawa penumpang tersebut.

Baca Juga

"Penumpang pertama, laki-laki. Tampang dan penampilannya seperti pria pada umumnya. Namun ketika di tengah jalan dia duduk sangat menempel dengan saya bahkan hingga memeluk," kata Maksus kepada Republika.co.id pada Kamis (13/7/2023).

Dia mengatakan, kerap menghindari kontak tubuh saat berkendara dengan pria tersebut. Namun penumpang ojol itu tetap dengan aksinya menempelkan badan hingga kemaluannya kepada pengemudi.

 

Hingga pada saat Maksus menurunkan penumpang tersebut, pria yang diduga gay meminta nomor teleponnya. Usai beberapa jam hingga keesokan harinya, pria tersebut terus menghubungi Maksus.

"Setelah itu dia minta simpan nomor saya, dan telepon terus ajak ketemuan, goda-goda gitu," kata dia.

Sementara itu, cerita penumpang kedua yang ia duga adalah gay karena berpenampilan gemulai. Laki-laki tersebut awalnya berkelakuan seperti layaknya penumpang lainnya.

Namun setelah turun dan menyelesaikan perjalanannya, dia terus menghubungi Maksus dan mengajak berkencan. "Penumpang yang kedua ini sudah terlihat kecewek-cewean, putih, pakai kalung, saya antar ke daerah Kemang dari Pasar Minggu. Nggak ada yang aneh selama perjalanan, namun setelah selesai dia mendapatkan kontak saya, kalau dulu Gojek ada nomornya kan dan saya kerap dihubungi diajak makan bareng, ketemuan dan keluar bareng," cerita Maksus.

Tetapi, Maksus menolak tegas semua ajakan tersebut. "Sempat saya ladenin karena positif awalnya, tapi setelah beberapa kali mulai curiga dan langsung saya blokir," ujarnya menambahkan.

Tak hanya Maksus yang mengalami kejadian tak senonoh dari para kaum LGBT di ibu kota dan beberapa daerah lainnya. Cerita-cerita driver ojol kemudian banyak muncul di Twitter, TikTok, Instagram dan Facebook.

(Baru-baru ini viral sebuah video....)

 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement