Sabtu 08 Jul 2023 19:55 WIB

Kampanye Hidup Sehat, Santri Dukung Ganjar Sosialisasikan Pengelolaan Air Minum di Ponpes

Para santri diajak memahami pengelolaan air yang sehat.

SDG menggelar penyuluhan kesehatan bertema Sosialisasi Pengelolaan Air Minum Sehat di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung.
Foto: Dok. Web
SDG menggelar penyuluhan kesehatan bertema Sosialisasi Pengelolaan Air Minum Sehat di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, WAY KANAN -- Upaya mengampanyekan pola hidup sehat terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya dari relawan SDG dengan menyosialisasikan pengelolaan air minum berkualitas kepada masyarakat.

SDG menggelar penyuluhan kesehatan bertema Sosialisasi Pengelolaan Air Minum Sehat di Pondok Pesantren (Ponpes) Assalafiyah, Banjarsari, Kecamatan Baradatu, Kabupaten Way Kanan, Lampung. 

Baca Juga

Kepala Divisi (Kadiv) Massa SDG Lampung Arisandi mengatakan air bersih menjadi salah satu indikator kesehatan bagi masyarakat. Apalagi air itu dikonsumsi setiap hari. Menurut dia, banyak santri yang kurang memahami pentingnya air bersih untuk dikonsumsi.

"Sosialisasi ini kami anggap penting makanya kami adakan di sini karena memang kurangnya paham dan banyak santri yang masih menyepelekan air bersih. Air bersih itu salah satu indikator kesehatan," kata dia seperti dinukil pada Sabtu (8/7/2023).

Arisandi mengatakan, dalam penyuluhan itu, para santri diedukasi tentang cara membedakan air minum yang layak konsumsi dan yang tidak. Tujuannya ialah  mereka terhindar dari penyakit seperti diare karena mengonsumsi air yang penuh bakteri.

"Dijelaskan bahaya air yang tidak layak konsumsi, minuman kemasan yang berdampak terhadap kesehatan manusia. Serta Manfaat air bersih untuk mereka," ungkapnya di sela-sela sosialisasi.

Arisandi berharap setelah diberi penyuluhan ini, para santri di ponpes tersebut dan masyarakat sekitar lebih peduli terhadap kesehatan mereka, terutama memperhatikan air yang mereka konsumsi.

"Kami berharap masyarakat bisa terus menerapkan hidup sehat, menghindari minuman yang tidak layak konsumsi," ujarnya.

Untuk meningkatkan kesehatan warga ponpes tersebut, SDG Lampung membantu renovasi tempat mandi cuci kakus (MCK) serta tempat wudu di ponpes tersebut.

"Kami memberikan beberapa bantuan bahan bangunan seperti pasir, semen, dan keramik lantai untuk membantu proses pembangunan Pondok Pesantren Assalafiyah, seperti renovasi tempat wudu dan mandi cuci kakus (MCK)," katanya.

Pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah Bahroni menyambut antusias kedatangan sukarelawan SDG Lampung. Dia bersyukur atas kunjungan yang membawa banyak manfaat bagi pesantrennya ini.

"Saya mengucapkan terima kasih atas sosialisasi pengelolaan air minum sehat dan bersih yang diinisiatori SDG ini di ponpes kami," katanya.

Bahroni mengatakan, setelah mengikuti penyuluhan pengelolaan air bersih ini, pihaknya dan para santri makin meningkatkan perhatian terhadap kesehatan, terutama pentingnya air bersih untuk dikonsumsi.

"Setelah ikut dalam sosialisasi ini, pihak ponpes dan anak-anak kami lebih berhati-hati. Penyuluhan ini sangat banyak manfaatnya untuk menjaga kesehatan anak-anak yang ada di ponpes ini," ungkapnya.

Langkah SDG dalam mendorong kebaikan bagi santri juga telah dilakukan di Jawa Timur dengan membekali para santri Pondok Pesantren Al Khikmah, Desa Sukosari, Kabupaten Tuban dengan teknik fotografi dan videografi. “Pembekalan sekaligus pelatihan untuk konten-konten media sosial yang menarik dan positif,” ujar Sekretaris Wilayah SDG Jatim Hamdan Muafi. 

Pada kesempatan tersebut, SDG Jatim menghadirkan Muhammad Rozikin sebagai pemateri yang memiliki pengalaman di sejumlah media.

Menurut Hamdan, kesempatan ini adalah peluang para santri agar lebih melek terhadap perkembangan teknologi, terutama konten-konten media sosial yang menjadi tren di era digital. "Pelatihan ini bagian menjawab tantangan perkembangan zaman yang sudah makin kompleks. Apalagi di era digital ini maka rasa-rasanya perlu santri itu dibekali dengan seperti menguasai komputer, menguasai fotografi, sinematografi, bahkan konten medsos," ucap dia, demikian dilansir dari Antara

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement