Jumat 07 Jul 2023 19:29 WIB

Warga Bukit Duri: Kita Enggak Berani Masuk SMAN 8, Kita Bukan Levelnya, Takut Anak Minder

Warga Bukit Duri mengaku tidak berani memasukkan anaknya sekolah ke SMAN 8 Jakarta.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
SMA Negeri 8 Jakarta
Foto: Situs resmi SMAN 8 Jakarta
SMA Negeri 8 Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalur zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang ditetapkan Kemendikbud sejak 2017 rupanya belum benar-benar menyentuh warga di Kelurahan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Padahal ada SMAN 8 yang menjadi satu-satunya SMA negeri di kelurahan tersebut dan terkenal sebagai salah satu sekolah favorit tingkat nasional.

Seorang warga Bukit Duri berinisial A mengatakan, dua anaknya tidak mendaftar ke SMAN 8 dengan memanfaatkan jalur zonasi dalam proses PPDB. Kedua anaknya bersekolah di sekitar Tebet, tak jauh dari tempat tinggalnya.

Baca Juga

Satu anaknya bersekolah di SMK negeri di Kelurahan Tebet Baru, sementara satu anaknya lagi memilih bersekolah di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Negeri di Kelurahan Manggarai. A mengaku itu sekolah-sekolah itu pilihan dari anak-anaknya.

A menuturkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak memanfaatkan jalur zonasi untuk masuk ke SMAN 8. Permasalahannya lebih kepada kentaranya persepsi bahwa sekolah tersebut merupakan 'sekolah anak orang kaya'. Sehingga keluarganya yang notabene berasal dari kalangan menengah ke bawah mengaku tak cukup bernyali.

"Enggak berani karena kita bukan levelnya, karena itu sekolah orang kaya. Karena di sana baik guru maupun pelajarannya lebih menonjol," kata A kepada Republika, Jumat (7/7/2023).

"Memang banyak yang bilang itu favorit dan orang kaya, kita kan bukan orang kaya takutnya anak-anak minder. Jadi kasihan kalau di situ, anak-anak lain misalnya punya tas dan sepatu bagus, pasti beda sudah," lanjut dia.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement