Rabu 05 Jul 2023 20:52 WIB

Mayat Bersimbah Darah Tergeletak di Tengah Jalan, Polisi Duga Kuat Korban Pembunuhan

Polisi melakukan autopsi terhadap pria yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu.

Pembunuhan dengan senjata tajam (ilustrasi). Sesosok mayat bersimbah darah ditemukan di tengah jalan Pematang Sialang, Riau.
Foto: PhotoStack
Pembunuhan dengan senjata tajam (ilustrasi). Sesosok mayat bersimbah darah ditemukan di tengah jalan Pematang Sialang, Riau.

REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Penemuan mayat seorang pria yang bersimbah darah menggegerkan masyarakat di Desa Kompe Berangin, Kuantan Singingi, Pekanbaru, Riau. Saat ditemukan, terdapat beberapa luka parah di beberapa bagian tubuh jasad tersebut.

Kepolisian Resor Kuantan Singingi, Provinsi Riau, hingga kini masih menyelidiki temuan mayat di tengah jalan pertanian Pematang Sialang, itu. Polisi menduga kuat, mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Baca Juga

"Kalau dari kondisi sementara dugaannya dibunuh. Ada bekas yang diduga benda tajam di tubuhnya. Kami masih menunggu hasil autopsi dari tim medis," kata Kepala Polres Kuansing AKBP Pangucap Priyo Soegito, Rabu (5/7/2023).

Meski begitu, pihaknya masih menunggu hasil autopsi. Selain itu pihaknya juga masih melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. "Kami telah mengambil keterangan dari lima orang saksi," ujarnya.

Kapolres menjelaskan, pria yang diketahui bernama Arsyad (41) ini pertama kali ditemukan warga yang melintas. Saksi bernama Nasrian yang pulang dari kebun di perjalanan pulang melihat korban tergeletak di tengah jalan dalam keadaan bersimbah darah.

Karena melihat kondisi korban bersimbah darah, saksi segera memberi tahu kepada keluarga korban. Setelah itu saksi bersama keluarga korban melihat lagi kondisi Arsyad yang sehari-hari menjadi petani itu tergeletak di jalan.

Setelah mendapat informasi, aparat kepolisian langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian petugas membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Pekanbaru untuk diautopsi.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement