Rabu 05 Jul 2023 16:18 WIB

Persediaan Pupuk Bersubsidi di Lebak Relatif Aman

Selain pupuk bersubsidi, petani juga membuat pupuk organik sendiri.

Petani menebar pupuk urea dan NPK untuk tanaman padi (ilustrasi).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Petani menebar pupuk urea dan NPK untuk tanaman padi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Persediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak, Banten, untuk masa tanam Juli 2023 relatif aman dan melimpah guna mendukung produksi pangan masyarakat.

"Stok pupuk bersubsidi kita masih melimpah," kata Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar di Lebak, Rabu (5/7/2023).

Baca Juga

Pemerintah Kabupaten Lebak menjamin stok pupuk bersubsidi relatif aman dan mencukupi untuk mendukung produksi pangan masyarakat dan peningkatan ekonomi. Selama ini, persediaan pupuk bersubsidi tidak ada masalah dan selalu melimpah juga dapat diakses oleh petani setempat melalui agen dan kios yang ditunjuk pemerintah daerah.

Kata Deni, petani begitu mudah untuk mengakses pupuk bersubsidi dengan membeli di tingkat distributor maupun agen resmi. Pendistribusian pupuk itu tetap mengacu pada pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kebutuhan Kelompok (RDKK) agar tidak terjadi penyelewengan, sebab masyarakat membeli pupuk bersubsidi harus tercatat pada RDKK.

Jika, mereka tidak tercatat dalam RDKK maka tidak berhak untuk menerima pupuk bersubsidi itu. "Kami hanya melayani pupuk bersubsidi yang tercatat dalam RDKK untuk mendukung swasembada pangan," kata Deni menjelaskan.

Ia mengatakan, saat ini, realisasi pupuk bersubsidi jenis urea baru 17,21 persen dan sisanya 24.542.281 kilogram dan NPK baru 25,45 persen dan sisanya 14.066.122 kilogram. Selain itu juga petani sudah mampu memproduksi pupuk organik dari kotoran ternak sapi dan kerbau maupun jerami sampah untuk dijadikan kompos.

Penggunaan pupuk organik sangat membantu untuk mengurangi kerusakan tanah pertanian dan juga ramah lingkungan. Sehingga petani tidak mengandalkan pada pupuk kimia.

"Kami berharap petani ke depan bisa memproduksi pupuk organik dan tidak ketergantungan kepada pemerintah saja," kata Deni.

Sementara itu, H Pepen (55 tahun) petani Blok Cipendeuy Rangkasbitung Kabupaten Lebak mengaku mudah mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios dan tercukupi. "Kami tidak ada masalah untuk persediaan pupuk bersubsidi dan bisa terpenuhi hingga sampai Desember mendatang,"kata Pepen sambil menyatakan tanam seluas dua hektare tanaman padi.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement