Rabu 28 Jun 2023 09:06 WIB

Ikut Muhammadiyah, Masjid Baiturrahman di Cawang Gelar Sholat Idul Adha

Imam mengajak jamaah rela berkorban waktu, harta, hal-hal yang dicintai.

Rep: Mgrol149/ Red: Erik Purnama Putra
Para jamaah mengikuti sholat Idul Adha di Masjid Baiturrahman Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (28/6/2023).
Foto: Republika.co.id/Mgrol149
Para jamaah mengikuti sholat Idul Adha di Masjid Baiturrahman Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu (28/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idul Adha yang bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1444 H jatuh pada Rabu (28/6/2023). Hal itu tertuang dalam maklumat bernomor 1/MLM/1.0/E/2023 yang ditandatangani Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada 21 Januari 2023 di Yogyakarta. Penetapan tersebut berdasarkan hasil hisab hakiki hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tarjdid PP Muhammadiyah.

Menyambut Hari Raya Kurban, Masjid Baiturrahman di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati pun menggelar sholat Idul Adha pada Rabu. Pantauan di lokasi, ratusan kendaraan diparkir di bahu jalan. Petugas polisi berjaga untuk membantu menata parkir dan mengatur lalu lintas. Alhasil, sholat Id berlangsung lancar dan tanpa gangguan.

Menurut salah satu jamaah sholat Id, Ibnu, sebenarnya Hari Raya Idul Adha berbeda dengan ketetapan pemerintah bukan baru kali ini terjadi. Dia pun memilih mengikuti sholat mengikuti arahan ormas Muhammadiyah karena meyakini Hari Raya Kurban sudah datang pada Rabu.

"Untuk waktu pelaksanaan (sholat)-nya sih sama saja Mas kayak tahun kemarin, sekitar pukul 07.00 WIB," ujar Ibnu saat ditemui Republika.co.id di area Masjid Baiturrahman, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur pada Rabu.

Selaku imam dan khatib sholat Id di Masjid Baiturrahman adalah Rudi Baharudin. Dalam ceramahnya, Rudi berkisah tentang sejarah Nabi Ibrahim AS yang ingin mempunyai anak setelah menikah. Karena tak kunjung punya anak, Nabi Ibrahim sempat bernadzar kepada Sang Pencipta. Benar saja, ketika Nabi Ismail lahir, akhirnya Allah SWT menguji Nabi Ibrahim.

"Setelah mempunyai anak, Nabi Ibrahim AS diperintahkan oleh Allah SWT lewat mimpinya untuk menyembelih putranya, yaitu Nabi Ismail AS," kata Rudi dalam tausiyahnya kepada ribuan jamaah yang membeludak sampai pelataran masjid.

Dari peristiwa itulah, umat Islam memperingati Hari Raya Idul Adha. Rudi juga mengajak para jamaah untuk menjadi manusia yang rela berkorban. Baik berkorban waktu, harta, bahkan hal-hal yang dicintainya demi mengikuti ajaran Nabi Ibrahim dan Ismail tentang kurban.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement