Kamis 22 Jun 2023 16:21 WIB

Survei Terakhir, Antibodi Masyarakat Indonesia Masih 99 Persen

Pemerintah mengimbau agar masyarakat melengkapi vaksin hingga booster kedua.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 booster kedua. (ilustrasi).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 booster kedua. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan kadar antibodi masyarakat Indonesia berdasarkan penelitian antibodi tubuh terhadap virus (Sero survei) terakhir masih tinggi. Terhitung pada Januari 2023 lalu, kadar antibodi masyarakat Indonesia di angka 99 persen.

"Sero Survei antibodi SARS Cov 2 di bulan Januari 2023 menunjukkan proporsi penduduk yang memiliki kadar imunitas SARS Cov 2 masih tinggi yaitu 99 persen," ujar Wiku dalam keterangan persnya secara virtual, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga

Wiku mengatakan, kondisi kadar antibodi yang tinggi serta kondisi kasus Covid-19 di Indonesia yang semakin terkendali membuat Pemerintah akhirnya mengumumkan pencabutan status pandemi Covid-19 di Indonesia.

Namun demikian, Wiku mengingatkan untuk tetap menjaga kekebalan kelompok (herd immunity) melalui vaksinasi. Dia mengimbau agar masyarakat yang belum melengkapi vaksin hingga booster kedua untuk mendatangi gerai vaksinasi terdekat. Terutama, masyarakat kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.

"Saya mohon kepada masyarakat untuk dapat melakukan vaksinasi di gerai vaksinasi terdekat bagi yang belum melakukan vaksin sampai dengan booster ke-2 untuk tetap menjaga imunitas tubuh dan mempertahankan herd immunity di masyarakat," ujar Wiku.

Apalagi, meskipun pandemi sudah dicabut, biaya vaksinasi Covid-19 masih ditanggung oleh Pemerintah. Menurutnya, secara lebih detil aturan mengenai biaya vaksinasi maupun pengobatan Covid-19 akan diatur Pemerintah melalui kebijakan selanjutnya.

"Saat ini vaksinasi dan penanganan atau pengobatan pasien Covid-19 masih dijamin oleh pemerintah," ujar Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya secara virtual, Kamis (22/6/2023).

Wiku juga mengingatkan, tanggung jawab masyarakat pada masa endemi sangat penting untuk menjaga dan melindungi diri dari tidak tertular Covid-19. Sebab, meskipun status pandemi sudah dicabut, bukan berarti virus Covid-19 benar-benar hilang.

Wiku juga tidak menutup potensi keadaan darurat Covid-19 bisa kapan pun terjadi akibat perubahan kondisi kesehatan, kondisi sosial, kondisi alam dan kondisi lingkungan di tingkat nasional dan global.

"Maka dari itu soliditas dan gotong-royong diperlukan. Kepada seluruh masyarakat diminta untuk tetap menerapkan prinsip hati-hatian dalam menjaga kesehatan saat melakukan kegiatan sosial dan ekonomi secara aktif," ujarnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement