Selasa 13 Jun 2023 00:01 WIB

Daging Babi Mamma Rosy, Ancaman Pidana dan Tim Pengawas Kemenag Turun Tangan

Akibat memberikan daging babi ke konsumen, Mamma Rosy terancam hukuman pidana.

Rep: Imas Damayanti/Rossi Handayani/ Red: Bilal Ramadhan
Surat peringatan manajemen Mamma Rosy kepada waiters perempuan yang menyajikan daging babi ke pelanggan yang pesan daging sapi.
Foto:

Bisa Dipenjara 5 Tahun

Direktur Utama LPPOM MUI Muti Arintawati mengatakan terdapat tanggung jawab bagi pengusaha apabila terjadi kasus atau kesalahan semacam itu. Dia menyebut, pengusaha yang memberikan informasi tidak betul terkait status halal produk/jasa yang dijual dikenakan sanksi sesuai Pasal 62 UU Perlindungan Konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 tahun.

"Aturan tersebut dan PP Nomor 39 tahun 2021 pasal 149 ayat 6 juga mengenakan pidana denda paling banyak Rp 2 miliar atas pelanggaran terkait hal ini," kata Muti saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (12/6/2023).

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftahul Huda juga mengatakan, jika dilihat dari kacamata hukum positif (hukum negara), hal itu bisa dikenakan delik pidana. Apalagi, lanjut dia, jika pelanggan tersebut melakukan gugatan hukum karena merasa dirugikan secara nilai-nilai yang ia percaya, hukum negara bisa menindaklanjutinya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement