Jumat 09 Jun 2023 04:39 WIB

Negara Sering Terbebani Masalah Kesehatan Akibat Dampak Buruk Tembakau

Kota Bandung raih penghargaan kawasan tanpa rokok dari Kemenkes.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Erdy Nasrul
Petani memanen tembakau di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/9/2022). Harga tembakau saat ini mencapai Rp35 ribu per kilogram naik dibandingkan tahun lalu Rp28 ribu per kilogramnya.
Foto: ANTARA/Syaiful Arif
Petani memanen tembakau di Desa Karangpakis, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Jumat (30/9/2022). Harga tembakau saat ini mencapai Rp35 ribu per kilogram naik dibandingkan tahun lalu Rp28 ribu per kilogramnya.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--Kota Bandung meraih penghargaan sebagai Kota Lokasi Uji Coba Implementasi Dashboard e-Monev Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan oleh Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maxi Rein Rondunuwu kepada Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna pada acara Puncak Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2023, di Auditorium Siwabessy Gedung Prof Sujudi Kemenkes RI, Jakarta, Kamis 8 Juni 2023. 

"Alhamdulillah Kota Bandung meraih penghargaan soal implementasi KTR. Mudah-mudahan ini sebagai upaya kita untuk memasifkan KTR di Kota Bandung," tutur Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna. 

Baca Juga

Pada kesempatan itu, Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, sebanyak 349 juta orang di 79 negara berpenghasilan rendah dan menengah menghadapi ketidakamanan pangan akut. Hal itu dikarenakan pengunaan lahan subur yang luas untuk menanam tembakau daripada menanam tanaman yang bergizi tinggi. 

"Negara-negara yang menanam tembakau sering mengalami dampak ekonomi akibat dampak buruk terhadap kesehatan, lingkungan, dan sosial dari menanam tembakau," katanya. 

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tembakau terbesar di dunia dengan luas lahan sebesar 204.330 Ha dan produksi tembakau sebanyak 224.660 ton pada tahun 2022. Produk hasil tembakau, lanjut Dante diantaranya adalah sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris, rokok elektrik, dan hasil pengolahan tembakau lainnya. 

"Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2021, menunjukkan bahwa rokok menjadi persentase pengeluaran rumah tangga miskin terbesar kedua yaitu sebanyak 11,90% di perkotaan dan 11,24% di pedesaan, dibandingkan makanan bergizi seperti telur, ayam atau lainnya," ujarnya. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement