Senin 05 Jun 2023 19:47 WIB

Penjual Cilok yang Jadi Pelaku Sodomi di Cianjur Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi menduga, korban sodomi lebih dari satu orang.

Kekerasan seksual anak (Ilustrasi). Pedagang cilok yang menjadi pelaku sodomi terancam 15 tahun penjara.
Foto: Republika/Mardiah
Kekerasan seksual anak (Ilustrasi). Pedagang cilok yang menjadi pelaku sodomi terancam 15 tahun penjara.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Polres Cianjur, Jawa Barat, menyatakan penjual cilok Ujang (58) warga Kecamatan Cugenang, pelaku sodomi yang diduga telah berulang kali melakukan perbuatan menyimpangnya terhadap anak laki-laki di wilayah Cugenang, terancam 15 tahun penjara. Kapolres Cianjur, AKBP Aszhari Kurniawan, mengatakan pelaku yang ditangkap Sabtu, (3/5/2023) setelah petugas mendapat laporan dari orang tua korban yang mendapat perlakuan tidak senonoh di pemakaman umum.

"Korban diiming-iming akan diberi cilok gratis dan diajak ke area pemakaman umum agar pelaku dapat melampiaskan nafsu menyimpangnya. Korban yang mendapat perlakuan tersebut sempat melakukan perlawanan dan berhasil melarikan diri," katanya, Senin (5/6/2023).

Baca Juga

Korban melaporkan hal tersebut pada orang tuanya selanjutnya melaporkan ke pihak berwajib. Petugas berhasil menangkap pelaku di rumahnya tanpa perlawanan, di hadapan petugas, penjual cilok yang kerap berpindah-pindah lokasi mengakui perbuatannya.

Kapolres Cianjur mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut.  Pasalnya diduga korban penjual cilok tersebut lebih dari satu orang. Hal ini berdasarkan laporan orang tua korban ke Polsek Cugenang.

"Kami masih menunggu laporan dari keluarga korban lainnya yang sudah masuk ke Polsek Cugenang, meski pengakuan pelaku baru satu kali melakukan perbuatan seks menyimpang," katanya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun dan denda paling tinggi Rp 5 miliar. "Kami meminta orang tua lebih waspada dan selalu mengawasi anak mereka terutama saat bermain di lingkungan rumah karena pelaku kejahatan terhadap anak, rata-rata orang dekat dan dikenal korban," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement