Rabu 31 May 2023 05:24 WIB

Moeldoko Apresiasi Pengelolaan Pertambangan PT Vale di Sorowako

Moeldoko mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallace bekas tambang.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Erik Purnama Putra
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bersama CEO PT Vale Febriany Eddy.
Foto: Dok PT Vale
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko bersama CEO PT Vale Febriany Eddy.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko mengapresiasi komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam mengelola pertambangan dengan menerapkan prinsip berkelanjutan. Hal ini disampaikan Moeldoko saat mengunjungi operasi PT Vale di Sorowako, Luwu Timur, Selasa (30/5).

Dalam kunjungannya yang didampingi Deputi II KSP Abetnego Tarigan, Moeldoko melihat proses pertambangan dan pengangkutan bijih nikel. Dia juga sekaligus menyaksikan proses reklamasi, rehabilitasi lahan di Bukit Solia, hingga area persemaian.

CEO PT Vale, Febriany Eddy mengajak Moeldoko mengunjungi Taman Keanekaragaman Hayati Sawerigading Wallace, yang di dalamnya tumbuh lebih dari 70 jenis pepohonan lokal dan endemik. Padahal, lokasi itu merupakan bekas area tambang.

"Saya sudah melihat sendiri bagaimana lokasi bekas tambang bisa pulih seperti semula. Termasuk keanekaragaman hayatinya. PT Vale benar-benar komitmen pada persoalan lingkungan sosial. Indikator sangat nyata," kata Moeldoko, dikutip dari siaran pers KSP di Jakarta pada Rabu (31/5).

Menurut Moeldoko, sepanjang pengelolaan pertambangan dilakukan dengan praktik pertambangan yang baik (good mining practice). Sehingga lingkungan dan keberlanjutan perusahaan terus terjaga. "Sebab tren ke depan adalah ekonomi hijau dan keberlanjutan," kata Moeldoko.

Eks Panglima TNI itu juga menyambut baik upaya PT Vale dalam menjaga kondisi sosial kemasyarakatan. Dia mencontohkan program tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) yang berkontribusi pada target pencapaian daerah dan nasional, terutama terkait stunting dan kemiskinan ekstrem.

Selain itu, lanjut Moeldoko, penyerapan tenaga kerja lokal juga sangat besar, termasuk dari kaum perempuan. "Saya tadi ketemu sama sopir kendaraan berat tambang perempuan orang lokal. Ini artinya bagus, karena perempuan lokal diberikan kesempatan untuk berdaya," kata Moeldoko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement