Ahad 21 May 2023 12:35 WIB

Bertemu Presiden Zelenskyy, Jokowi: Indonesia Terus Dukung Perdamaian di Ukraina

Jokowi mengatakan Indonesia siap untuk menjadi jembatan perdamaian

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani
 Foto selebaran yang disediakan oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kanan) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (ketiga kiri) saat pertemuan di sela-sela Pertemuan Pemimpin KTT G7 di Hiroshima, Jepang, Ahad (21/5/2023) . KTT G7 Hiroshima akan diselenggarakan dari 19 hingga 21 Mei 2023.
Foto: EPA-EFE/UKRAINIAN PRESIDENTIAL
Foto selebaran yang disediakan oleh Layanan Pers Kepresidenan Ukraina menunjukkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kedua kanan) berjabat tangan dengan Presiden Indonesia Joko Widodo (ketiga kiri) saat pertemuan di sela-sela Pertemuan Pemimpin KTT G7 di Hiroshima, Jepang, Ahad (21/5/2023) . KTT G7 Hiroshima akan diselenggarakan dari 19 hingga 21 Mei 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku terus mengikuti perkembangan situasi di Ukraina. Hal ini disampaikannya saat melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 dan mitra di Hotel Grand Prince, Hiroshima, Jepang, Ahad (21/5/2023).

"Presiden Zelenskyy, saya ikuti terus perkembangan situasi di Ukraina. Turut berduka atas korban yang terus berjatuhan," ujar Jokowi dalam pengantarnya, dikutip dari siaran pers Istana.

Baca Juga

Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia terus mendukung upaya perdamaian di Ukraina dan menyatakan kesiapannya untuk menjadi jembatan perdamaian.

"Indonesia siap jadi jembatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia," kata dia.

 

Sementara itu, Presiden Zelenskyy menyampaikan apresiasi atas peran Indonesia yang mengupayakan perdamaian di Ukraina. Presiden Zelenskyy masih ingat bahwa Presiden Jokowi adalah salah satu dari pemimpin negara yang pertama berkunjung ke Kyiv di tengah situasi sulit yang dihadapi Ukraina.

"Saya ingat kedatangan Yang Mulia termasuk yang pertama ke Ukraina. Terima kasih dan kami akan selalu ingat," ucap Zelenskyy.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas mengenai masalah pangan. Jokowi menyampaikan dukungannya terhadap perpanjangan Black Sea Grain Initiative.

"Saya sambut baik perpanjangan Black Sea Grain Initiative selama 2 bulan. Ini sangat penting untuk kelancaran rantai pasok gandum dunia," ungkapnya.

Selain masalah pangan, pertemuan juga membahas tentang bantuan kemanusiaan. Indonesia telah berkomitmen untuk berkontribusi dalam perbaikan salah satu rumah sakit di Ukraina.

"Pemerintah Indonesia terus koordinasi dengan Bank Dunia dan Kementerian Kesehatan Ukraina terkait hal ini," kata dia.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Zelenskyy yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement