Jumat 19 May 2023 12:43 WIB

Inspektur DKI Jakarta akan Periksa Kabar Pejabat Dinkes Pamer Gaji Rp 34 Juta

Syaefuloh Hidayat akan memeriksa dokter Ngabila Salama terkait status pamer gaji.

Rep: Haura Hafizhah/ Red: Erik Purnama Putra
Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat saat mengikuti rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta.
Foto: Republika/Eva Rianti
Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat saat mengikuti rapat Komisi A DPRD DKI Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Viral di lini masa Twitter soal pengakuan pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, dokter Ngabila Salama yang pamer gaji sebesar Rp 34 juta per bulan. Inspektur Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat akan segera memverifikasi kabar pejabat Dinkes DKI tersebut.

"Terima kasih informasinya. Akan saya cek lebih lanjut," kata Syaefuloh saat dihubungi Republika.co.id di Jakarta pada Jumat (19/5/2023).

Sebelumnya diketahui, pengakuan pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, dokter Ngabila Salama, yang mengaku kenal dekat dengan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Selain itu, ia pamer memiliki pendapatan atau take home pay (THP) sebesar Rp 34 juta per bulan.

Baca: Viral Pejabat Dinkes DKI Pamer Gaji Rp 34 Juta, Tapi LHKPN di KPK Rp 73 Juta

Status itu kini memang sudah dihapus dan Ngabila juga sudah meminta maaf. Namun, status tersebut sepertinya membuat gerah dan geram para dokter sejawatnya. Alhasil, tangkapan layar status Ngabila terus beredar dan viral di berbagai kanal media sosial (medsos).

"Saya teman Menkes tiap saat bisa saya kritik kapan saja. Saya bukan bawahnnya. ASN mah kalau mau jilat itu jilat atasannya langsung promosiin. Saya eselon 4 di DKI, THP sudah Rp 34 juta sebulan ngapain capek-capek jadi eselon 2 Kementerian (Kesehatan). Kalau gak kenal saya, jangan nakal," kata melalui akun Twitter @Ngabila dikutip Republika.co.id di Jakarta, Jumat (19/5/2023).

Karena status itu memicu kontroversi, ia pun menghapus cicitan tersebut. Dia juga meminta maaf karena akhirnya Dinkes DKI tempat ia bekerja ikut terbawa opini pribadinya di lini masa.

"Saya juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang dirugikan juga instansi saya atas perbuatan yang tidak bijak tersebt. Semoga Allah selalu memberi kemudahan, rizki, kesuksesan untuk semua saudara saya yang membaca. Nikmat sehat yang tak terhingga dan kebahagiaan brsm keluarga. Aamiin YRA," kata Ngabila.

Permintaan maaf yang disampaikan Ngabila ternyata belum bisa memuaskan kalangan dokter. Akun Dokter Jojo, @JantunGPiisanG, misalnya yang masih membagikan tangkapan layar yang sudah dihapus tersebut. "Yang katanya lurus, bener dan baik menghapus cuitan ini...kalau merasa lurus, bener dan baik kenapa takut? Ingat yaa "kesombongan adalah pintu awal kejatuhan"...," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement