Rabu 10 May 2023 00:56 WIB

Pemkot Bogor Pelajari 3 Titik Kepadatan Lalin Sistem Dua Arah

Pemkot Bogor memaksimalkan petugas lapangan selama revitalisasi Jembatan Otista

Jembatan Otista di Kota Bogor mulai dibongkar pada Jumat (5/5/2023).Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mempelajari ada tiga titik potensi kepadatan lalu lintas dalam pemberlakuan sistem dua arah di pusat kota yang perlu memaksimalkan petugas di lapangan selama rekayasa lalu lintas dampak revitalisasi Jembatan Otista.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Jembatan Otista di Kota Bogor mulai dibongkar pada Jumat (5/5/2023).Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mempelajari ada tiga titik potensi kepadatan lalu lintas dalam pemberlakuan sistem dua arah di pusat kota yang perlu memaksimalkan petugas di lapangan selama rekayasa lalu lintas dampak revitalisasi Jembatan Otista.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat mempelajari ada tiga titik potensi kepadatan lalu lintas dalam pemberlakuan sistem dua arah di pusat kota yang perlu memaksimalkan petugas di lapangan selama rekayasa lalu lintas dampak revitalisasi Jembatan Otista.

"Kita memantau pergerakan lalu lintas setelah diterapkan kembali sistem dua arah di jalur (eks) SSA, memang ada beberapa titik yang perlu penempatan petugas yang maksimal agar bisa mengatur lalu lintas dan juga menginformasikan kepada warga gitu ya," kata Bima Arya di Pos Polisi Simpang Lippo Paza Keboen Raya, Selasa (9/5/2023) malam.

Bima Arya menyampaikan dalam sistem dua arah yang mulai berlaku malam ini, pada prinsipnya arus lalu lintas kendaraan lebih banyak berputar ke kiri.

Dari sistem ini, kata Bima, yang agak rawan kepadatan lalu lintas kendaraan adalah lalu lintas di daerah BTM ke bawah ke jalan Empang yang akan bisa berputar di situ untuk masuk ke mal tersebut.

Kemudian, di arah Jalan Ir H. Djuanda ke Balai Kota Bogor tidak boleh langsung ke kanan menuju Lapangan Sempur, tetapi ke kiri dulu kemudian berputar di Air Mancur, ke Jalan Jendral Sudirman, kemudian masuk lagi ke Jalak Harupat arah Lapangan Sempur, setelah itu baru ke kiri ke Jalan Salak atau masuk ke Jalan Pajajaran di depan Lippo Plaza Keboen Raya.

"Malam ini kita pelajari, mana titik-titik yang perlu atensi dan nanti besok pagi lampu merah disesuaikan semua, petugas dimaksimalkan," katanya.

Pemerintah Kota Bogor merevitalisasi Jembatan Otista dengan anggaran Rp101 miliar dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Waktu pembangunan akan berlangsung selama 7,5 bulan dari 1 Mei-8 Dsember 2023.

Proses revitalisasi ini berdampak pada sistem satu arah (SSA) di sepanjang persimpangan Jalan Pajajaran Tugu Kujang menuju Jalan Otista, Jalan Ir H Djuanda, Jalan Sempur hingga kembali ke Tugu Kujang.

Di sepanjang jalur tersebut terdapat Tugu Kujang sebagai ikon Kota Bogor, Pasar Bogor, Plaza Bogor, Kebun Raya Bogor, pusat kuliner Suryakencana, Mal BTM, Balai Kota Bogor, Dempom, Istana Bogor, Lippo Plaza Keboen Raya, Kampus IPB Baranangsiang dan Mal Botani Square.

Sementara itu, pada saat persiapan sistem dua arah di Simpang Jalan Kapten Muslihat, Selasa petang, mengatakan persiapan sarana dan prasarana seperti lampu lalu lintas dan pembatas jalan telah dipersiapkan.

Pemasangan tiga lampu lalu lintas jalan telah dilakukan di sekitar Jalan Ir H Djuanda hingga ke Simpang Kapten Muslihat, sementara pembatas jalan juga di pasang.

"Sarana dan prasarana sudah ada. Jadi ada tiga titik lampu merah yang kita tambah" katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement