Ahad 07 May 2023 21:55 WIB

TNI-Polri Kerahkan 12 Ribu Personel untuk Amankan KTT ASEAN

KTT ASEAN mulai tanggal 7 Mei sampai 13 Mei 2023.

Prajurit TNI berbaris usai turun dari KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Multipurpose, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (5/5/2023). Sebanyak 924 prajurit TNI tiba di Labuan Bajo menggunakan KRI Banjamasin guna mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN ke-42.
Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Prajurit TNI berbaris usai turun dari KRI Banjarmasin-592 di Pelabuhan Multipurpose, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (5/5/2023). Sebanyak 924 prajurit TNI tiba di Labuan Bajo menggunakan KRI Banjamasin guna mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN ke-42.

REPUBLIKA.CO.ID, LABUAN BAJO - TNI-Polri mengerahkan 12 ribu personel untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN/ASEAN Summit di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, mulai tanggal 7 Mei sampai 13 Mei 2023.

"Ada 12 ribu personel baik dari TNI dan Polri," kata Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono usai Apel Gelar Pasukan Pengamanan KTT ke-42 ASEAN di Lapangan SMAK Loyola Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (6/5/2023).

TNI dan Polri telah melakukan apel gelar pasukan pengamanan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN/ASEAN Summit.

Dalam apel gelar pasukan itu, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan pemeriksaan personel dan alutsista yang akan digunakan dalam pengamanan KTT ke-42 ASEAN nanti.

Dua petinggi TNI dan Polri itu melakukan pengecekan kurang lebih 30 menit dan berbincang dengan para personel di satuan tugas masing-masing.

Panglima TNI Yudo mengatakan para personel telah dibagi ke dalam tugas dan tempat tugas masing-masing.

Pihak TNI dan Polri pun berkolaborasi dengan BNPT, BSSN, BIN, dan pemangku kepentingan di daerah untuk menjalankan tugas pengamanan tersebut.

"Dengan kesiapan semua ini, kita antisipasi semua kemungkinan ancaman dari luar dan dalam," ucapnya.

Untuk mengantisipasi ancaman dari luar, TNI telah mengerahkan sejumlah kapal perang dan pesawat tempur untuk siap siaga pengamanan.

Sedangkan ancaman dari dalam diantisipasi dengan kolaborasi bersama Polri dan pemangku kepentingan lain.

Adapun jumlah personel yang dikerahkan TNI sebanyak 10 ribu orang, sedangkan Polri sebanyak 2.000 personel.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement