Ahad 30 Apr 2023 22:27 WIB

Survei Indikator: Erick Thohir Jadi Kunci Kemenangan Bagi Ganjar dan Prabowo 

Tren elektabilitas Erick Thohir terus menanjak dalam beberapa bulan

Menteri BUMN, Erick Thohir melaksanakan umroh bersama istri dan kedua anaknya.
Foto: IST
Menteri BUMN, Erick Thohir melaksanakan umroh bersama istri dan kedua anaknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nama Menteri BUMN Erick Thohir menjadi kunci kemenangan bagi Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto jika keduanya menggandeng Erick sebagai calon wakil presiden dalam simulasi Pilpres yang digelar oleh lembaga survei Indikator Politik Indonesia (IPI). 

Dalam survei nasional yang digelar pada  11-17 April 2023 itu, IPI memasangkan tiga nama bakal calon presiden terkuat (Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto) dengan lima nama sebagai calon wakilnya. Mereka yang disandingkan sebagai cawapres adalah Erick Thohir, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Khofifah Indar Parawansa. 

Hasilnya, dari lima simulasi, Erick Thohir empat kali membawa pasangannya menduduki peringkat teratas. "Nama Erick Thohir mampu menaikkan elektabilitas Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto," kata Peneliti Utama IPI Burhanuddin Muhtadi, saat pemaparan hasil survei bertajuk 'Korelasi antara Aproval Rating Presiden dan Dukungan terhadap Calon Presiden dan Dukungan terhadap Calon Presiden dan Partai Politik Jelang 2024', Ahad (30/4/2023). 

Dalam simulasi pertama, pasangan Prabowo Subianto - Erick Thohir unggul 32,8 persen dibanding pasangan Ganjar Pranowo - Sandiaga Uno yang mendapat 32,5 persen suara, dan pasangan Anies Baswedan - AHY (24,4 persen). Sisa 10,3 persen responden tidak menjawab. 

 

Dalam simulasi kedua, Prabowo-Erick meraih 34,4 persen, Ganjar-Ridwan Kamil 33,1 persen dan Anies-Khofifah sebesar 21,5 persen.

Pada simulasi ketiga, pasangan Prabowo-Erick kembali unggul 33,6 persen, menghadapi pasangan Ganjar-Khofifah 32,7 persen dan Anies-AHY sebesar 24,5 persen. 

Pada simulasi keempat, Prabowo-Erick meraih 32,9 persen, Ganjar-RK dengan 33,3 persen, dan Anies-AHY dengan 23,9 persen.

Terakhir, ketika dipasangkan dengan Ganjar Pranowo, Erick Thohir membuat pasangan itu meraih kemenangan 35,8 persen suara, unggul atas pasangan Prabowo-Khofifah  sebanyak 30,5 persen dan Anies-AHY yang mendulang 24,1 persen suara. 

Tren elektabilitas Erick Thohir, kata Burhanudin, terus menanjak dalam beberapa bulan terakhir. Sebaliknya, tren dukungan terhadap Ridwan Kamil terlihat menurun, dan nama lain tak banyak berubah. Dari sisi popularitas, kata Burhanuddin, tingkat kesukaan publik terhadap Erick Thohir juga cukup tinggi, mencapai 83,4 persen. 

Survei ini menemukan 78,5 persen responden cukup/sangat puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi), cenderung meningkat dibanding sebelumnya. Warga yang cenderung lebih puas terutama karena Presiden Jokowi memberikan bantuan kepada rakyat kecil dan membangun infrastruktur.

Sementara yang cenderung tidak puas terutama karena merasa bantuan yang diberikan tidak merata dan harga-harga kebutuhan pokok yang meningkat.

Sebanyak 67,3 persen responden menyatakan setuju/sangat setuju bahwa presiden berikutnya harus sejalan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Erick Thohir dinilai salah satu figur yang mampu melanjutkan kerja pemerintahan Jokowi, di samping tiga capres yakni Ganjar, Prabowo dan Anies. 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.220 responden dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional dan diwawancarai langsung oleh pewawancara terlatih. 

Adapun tingkat toleransi kesalahan (margin of error) sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sebanyak 20 persen responden diwawancara ulang secara acak oleh supervisor untuk menguji keabsahan hasil survei sebelumnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement