Kamis 27 Apr 2023 06:35 WIB

Satu Warga Meninggal Akibat Tertimpa Longsor di Bandung

Korban longsor meninggal di rumah sakit Salamun.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Agus raharjo
Sejumlah petugas gabungan menyemprotkan air untuk mencari korban yang tertimbun tanah longsor. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah petugas gabungan menyemprotkan air untuk mencari korban yang tertimbun tanah longsor. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung, Rabu (26/4/2023) sore menyebabkan longsor terjadi di Jalan Sangkuriang, RT 05 RW 13, Dago, Kecamatan Coblong. Material longsor menimpa bangunan rumah di Dago. Selain itu, pemilik rumah Heri juga ikut tertimbun longsor hingga akhirnya meninggal dunia.

"Iya (longsor) di RW 13 Dago, Pak Heri pemilik rumah meninggal dunia di Rumah Sakit Salamun," ujar Camat Coblong Krinda Hamidipraja saat dikonfirmasi, Rabu (26/4/2023).

Baca Juga

Ia mengatakan jenazah akan dimakamkan Kamis (27/4/2023) di pemakaman biru Dago. Krinda menyebut hujan deras dan petir membuat longsor pada kontur tanah yang curam.

Ia mengaku sudah berupaya melakukan kerja bakti dan memberikan bantuan sosial. "Hujan deras dan petir serta kontur tanah curam," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Coblong Kompol Sumi mengatakan akibat hujan deras menyebabkan pohon tumbang di area parkir kampus ITB sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya, pohon tumbang menimpa gedung dan dua unit kendaraan roda empat.

"Pohon tumbang di area parkir ITB menimpa gedung dan dua unit mobil inventaris. Tidak ada korban jiwa," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia melanjutkan pohon tumbang terjadi pula sekitar pukul 17.38 WIB di Jalan Kidang Pananjung, Dago. Termasuk didapati mobil terbalik dan tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil.

Akibat hujan deras sejumlah ruas jalan mengalami banjir seperti di Jalan Cibaduyut, Jalan Kopo Leuwipanjang, Jalan Burangrang dan Jalan Asia Afrika. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Bandung terdapat pula longsor dan banjir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung mengimbau untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Apalagi saat ini tengah memasuki musim pancaroba.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement