Senin 27 Mar 2023 15:00 WIB

Pengamat: Endorsement Jokowi Berdampak Lebih Besar ke Prabowo Dibanding Ganjar

Elektabilitas Prabowo Subianto kurang lebih sama dengan Anies Baswedan.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Presiden Joko Widodo meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3).Dalam kesempatan ini, Jokowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tampak berswafoto bersama. Hadir juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.
Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekre
Presiden Joko Widodo meninjau panen raya padi dan berdialog dengan petani di Desa Lajer, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Kamis (9/3).Dalam kesempatan ini, Jokowi dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto tampak berswafoto bersama. Hadir juga Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, dan Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menilai kenaikan elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo beberapa waktu terakhir salah satunya hasil dari propaganda dukungan atau endorsement Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini karena terlihat dari tren menguatnya popularitas kedua tokoh ini di berbagai survei.

"Ada asumsi baru jika kenaikan elektabilitas Prabowo hasil dari propaganda yang secara berulang dilakukan oleh Jokowi, begitu halnya dengan Ganjar. Hal ini terlihat karena momentum pergeserannya seiring dengan endorsement Jokowi tersebut," ujar Dedi kepada Republika.co.id, Senin (27/3/2023).

Baca Juga

Namun, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) menilai, endorsement Jokowi ini lebih berdampak besar kepada Prabowo. Kondisi ini nampak dari beberapa survei yang menunjukan penguatan lebih banyak ke Prabowo Subianto dibandingkan ke Ganjar, meskipun Ganjar masih posisi unggul.

Ini karena jika dilakukan simulasi dua nama atau head to head antara Prabowo dan Ganjar maupun Prabowo dengan Anies Baswedan, maka Prabowo justru unggul.

"Prabowo mendapat dampak lebih besar karena miliki kepastian terusung, sementara Ganjar masih berpolemik dengan PDIP. Jika Ganjar juga alami hal serupa bisa saja dia akan unggul," ujar Dedi.

Menurutnya, Prabowo lebih besar terpengaruh karena mulai mendapat peralihan suara dari loyalis Jokowi. Di sisi lain, Prabowo juga memiliki loyalis pemilih sendiri sebelumnya.

"Terlebih misalnya nanti kemudian relawan Jokowi turut serta memberikan dukungan melalui aktifitas propaganda," kata Dedi.

Sebelumnya, hasil survei nasional Indikator Politik Indonesia terbaru menyebut pilihan publik kepada Prabowo cenderung menguat dibandingkan Ganjar dan Anies yang stagnan atau menurun. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan elektabilitas Prabowo yang menurun tiba-tiba terus meningkat ini ditengarai karena dukungan Jokowi kepada Menteri Pertahanan tersebut.

"Pak Prabowo juga surprise itu rebound dalam beberapa bulan terakhir dan elektabilitasnya sekarang menyalip sedikit, kurang lebih sama dengan Anies Baswedan,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement