Sabtu 18 Mar 2023 17:48 WIB

Ubah Perilaku Masyarakat Lewat Gerakan Sedekah Sampah

Inovasi pengelolaan dan sedekah sampah antarkan Kabupaten Jombang raih Adipura

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah kabupaten Jombang, dan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah dengan menerapkan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan sebagai penggerak ekonomi sirkular.
Foto: dok Kabupaten Jombang
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah kabupaten Jombang, dan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah dengan menerapkan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan sebagai penggerak ekonomi sirkular.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemerintah kabupaten Jombang, dan Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL) menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2023. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengubah perilaku masyarakat dalam mengurangi, mengelola, dan memilah sampah dengan menerapkan pendekatan keagamaan dan kemanusiaan sebagai penggerak ekonomi sirkular.

"Persentase penanganan sampah di Kabupaten Jombang saat ini mencapai 28 persen dan pengurangan mencapai 13,5 persen. Meskipun angka ini masih cukup jauh dari target Jakstrada dan Jakstranas yang telah ditentukan, beragam inovasi dan penguatan partisipasi masyarakat terus didorong," ujar Bupati Jombang, Mundjidah Wahab, dalam siaran pers, Sabtu (18/3/2023).

Inovasi dan penguatan partisipasi masyarakat dilakukan lewat penggunaan aplikasi beresin sampah, gerakan sedekah sampah, pengembangan kampung minim sampah melalui program USAID Madani, dan konsep bank sampah mandiri terintegrasi (bank santri). Semua itu didorong melalui program smart city dan program lain yang diinisiasi bersama dengan masyarakat.

Kabupaten Jombang menjadi salah satu dari 80 kabupaten/kota yang mendapatkan anugerah Piala Adipura pada 28 Februari 2023 lalu. Hal tersebut menunjukkan komitmen dan kinerja pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, aplikasi “Beresin” dan SmartCard “Beresin Sampah” yang terintegrasi dengan Gerakan Sedekah Sampah Indonesia (Gradasi) diluncurkan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Miftahul Ulum, menjelaskan, Gradasi di Kabupaten Jombang telah diinisiasi oleh Pondok Pesantren Mambaul Hikam dengan melibatkan 80 pondok pesantren, madrasah, dan komunitas lintas agama.

"Belum lama ini, selama tiga pekan pelaksanaan, telah terkumpul uang sedekah dari sampah sebesar Rp1.200.120, termasuk dari kegiatan pelantikan muslimat di alun-alun Jombang dan seluruh hasil yang akan didapat sepenuhnya akan dikelola oleh Baznas,” jelas Miftahul.

Direktur Penanganan Sampah KLHK sekaligus Sekretaris 1 Tim Pelaksana RAN PSL, Novrizal Tahar, mengapresiasi inovasi yang telah dikembangkan pemkab Jombang tersebut. Di mana, pada 2019 telah dicanangkan gerakan pilah sampah dari rumah. Hal tersebutlah yang mendorong gerakan-gerakan lainnya, seperti bank sampah dan gerakan sedekah sampah.

"Gerakan sedekah sampah merupakan gerakan ekonomi inklusif, jadi jika kita bisa masifkan ini di seluruh Indonesia, kita juga bisa mendorong rumah ibadah untuk menjadi pusat peradaban. Kita dorong terus gerakan ini dan Jombang ada di depan untuk ini. Sampah bukanlah masalah, sampah adalah jariyah," tutur dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement