Senin 13 Mar 2023 17:45 WIB

Koalisi Perubahan Disebut akan Deklarasikan Anies Capres Sebelum Bulan Puasa 

Hendri Satrio menyebut penghalangan deklarasi bersama Anies capres hanya soal waktu.

Rep: Febryan A, Febrian Fachri/ Red: Andri Saubani
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara pembacaan hasil musyawarah majelis Syura VIII PKS di Kantor PKS, Jakarta, Kamis (23/2/2023). PKS resmi mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang akan didukung di Pilpres 2024.
Foto: Republika/Prayogi.
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri acara pembacaan hasil musyawarah majelis Syura VIII PKS di Kantor PKS, Jakarta, Kamis (23/2/2023). PKS resmi mendeklarasikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden yang akan didukung di Pilpres 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hendri Satrio, juru bicara bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan, mengatakan, tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan akan mendeklarasikan diri secara resmi sebelum masuk bulan Ramadhan. Saat deklarasi koalisi, tiga partai itu juga akan secara resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden. 

"(Berdasarkan) komunikasi terakhir, itu (deklarasi koalisi dan capres) sebelum puasa. Mudah-mudahan Mas Anies juga sudah balik dari Australia, mudah-mudahan sebentar lagi," kata Hendri kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/3/2023). 

Baca Juga

Hendri memperkirakan deklarasi resmi Koalisi Perubahan yang terdiri atas Partai Nasdem, Demokrat, dan PKS itu bakal digelar dalam satu atau dua pekan lagi. Kini para pihak sedang mengatur waktu. 

"(Penghalang deklarasi) waktu aja sih sebenarnya. Ketersediaan waktu ketua umum partai, Presiden PKS serta kesediaan waktunya capres," ujar Hendri. 

Hendri mengatakan, deklarasi bakal dilakukan dalam waktu dekat karena sudah tidak ada lagi gesekan di antara partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan. Perbedaan pendapat soal siapa sosok bakal calon presiden Anies sudah bisa diatasi. 

"Bahkan, Pak Surya Paloh sudah oke dengan nama-nama yang ada, termasuk Mas AHY, dan PKS kemarin mengajukan nama. Semuanya sepakat Mas Anies yang pilih," ujar Hendri. 

"Jadi sebetulnya tidak ada gesekan yang berarti. Tidak ada proses demokrasi yang sekeras sebelumnya lah, setelah PKS deklarasi," imbuhnya. 

Sebelumnya, masing-masing partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan sudah resmi mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden untuk Pemilu 2024. Dengan mendeklarasikan diri secara resmi bergabung dalam Koalisi Perubahan, maka tiga partai itu sudah punya tiket untuk mengusung Anies sebagai calon presiden. 

Pasalnya, dengan bergabungnya tiga partai politik itu, berarti ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20 persen kursi parlemen sudah terpenuhi. Nasdem punya 10,26 persen kursi, Demokrat 9,4 persen, dan PKS 8,7 persen.

Sebelumnya, analis politik yang juga Direktur Eksekutif Aljabar Strategic, Arifki Chaniago, memprediksi penentuan figur calon wakil presiden (cawapres) yang akan disandingkan dengan Anies Baswedan tidak akan mudah. Arifki menyebut tiga partai yang sudah mendeklarasikan Anies sebagai capres yakni Partai Nasdem, PKS, dan Partai Demokrat sama-sama mengklaim paling dekat dengan mantan Gubernur DKI 2017-2022 itu. 

“Dulu Anies itu hanya milik Nasdem saja. Tetapi, saat ini PKS dan Demokrat juga mengklaim lebih dekat dengan Anies. Dari ketiga partai ini tidak ada parpol yang memiliki suara yang dominan. Pertanyaanya, siapa partai yang bakal menjadi ketua kelasnya? Nasdem, PKS, atau Demokrat," kata Arifki, Jumat (3/3/2023). 

Arifki melihat Nasdem bisa saja merasa jadi partai yang paling dominan karena menjadi partai pertama yang mendeklarasikan dukungan kepada Anies. Tetapi PKS, kata dia, juga dapat menunjukkan kedekatan lebih kepada Anies karena sudah mendukung sejak hajatan Pilkada DKi Jakarta 2017 lalu. 

Sementara, Demokrat juga punya masa lalu dengan Anies di mana mantan rektor Universitas Paramadina itu dulu merupakan peserta konvensi calon presiden Demokrat di tahun 2014.  "Permasalahan ini bakal menyulitkan solidaritas koalisi perubahan. Sebelumnya Nasdem mungkin saja dominan karena lebih awal mendeklarasikan Anies sebagai capres. Tetapi, setelah PKS dan Demokrat mendukung Anies, daya tawar yang dimiliki oleh ketiga partai ini sama," ujar Arifki.

 

photo
Manuver Surya Paloh antara Anies dan Jokowi. - (Republika/berbagai sumber)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement