Senin 27 Feb 2023 14:51 WIB

Kemenkominfo Gandeng 12 Kampus untuk Tingkatkan Indeks Literasi Digital

Dengan gandeng kampus, program literasi digital dapat tersampaikan kepada mahasiswa.

Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto.
Foto: Dok.Republika
Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyampaikan, pihaknya baru saja melakukan kolaborasi baru dengan meneken 12 perjanjian kerja sama antara Kemenkominfo dan berbagai institut serta perguruan tinggi di Indonesia.

"Kami berharap kampus sebagai jantung dari akademik dan para mahasiswa penerus bangsa, akan meneruskan cita-cita untuk menciptakan Indonesia makin maju. Kami akan hadir bersama para pakar untuk memberikan kuliah terbuka, serta melakukan kerja sama dengan kampus melalui kuliah kerja nyata (KKN)," ujar Bonifasius dalam siaran pers di Jakarta, Senin (27/2/2023).

Dia berharap, dengan menggandeng banyak institusi pendidikan maka program literasi digital dapat tersampaikan kepada para mahasiswa. "Dengan demikian mahasiswa juga akan memberikan literasi kepada masyarakat," ujar Bonifasius.

Selain dengan kampus, kata Bonifasius, Kemenkominfo juga berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi. Dengan begitu, terjadinya peningkatan indeks literasi digital pada 2023. Adapun survei Indeks Literasi Digital Nasional menunjukkan, kapasitas literasi digital masyarakat Indonesia sebesar 3.54 dari 5.00 atau kategori 'sedang'.

"Salah satu target Kemenkominfo adalah meningkatkan literasi melalui pengabdian kepada masyarakat supaya mengetahui unsur-unsur literasi digital, oleh karena itu kami perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak," ucapnya.

Ketua Umum Siberkreasi, Donny BU menyampaikan dari survei tersebut, keamanan digital memiliki nilai paling rendah. "Terdapat satu isu yang menjadi concern bagi saya, yakni terjadinya kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Jika dilihat hasil indeks, posisi perempuan tidak setara dengan laki-laki," kata Donny.

Hal itu perlu diusut penyebabnya. Donny pun mengajak kampus yang sudah bekerja sama untuk mencari tahu pemicu masalah tersebut. "Apakah terdapat diskriminasi atau semacamnya?" ujarnya di acara 'Kick Off Literasi Digital Sektor Pendidikan' secara hibrid di Menara Danareksa, Jakarta Pusat pada Kamis (23/2/2023).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement