Sabtu 28 Jan 2023 17:15 WIB

Pemkot Kediri Terus Tekan Angka Stunting

Stunting menjadi perhatian bersama untuk dicegah.

Pencegahan stunting penting dilakukan sebelum anak lahir. (ilustrasi)
Foto: www.freepik.com
Pencegahan stunting penting dilakukan sebelum anak lahir. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KEDIRI -- Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus berupaya menekan angka stunting di kota ini dengan berbagai program percepatan penurunan stunting.

"Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting Kota Kediri tahun 2022 sebesar 14,3 persen. Sementara target penurunan stunting nasional tahun 2024 adalah 14 persen berdasarkan Perpres Nomor 72 Tahun 2021," kata Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi di Kediri, Jumat (27/1/2023).

Ia mengatakan, pada 2023 ini, Pemkot Kediri menargetkan prevalensi stunting turun pada angka 11,48 persen dalam penanganan stunting tersebut.

"Di Kota Kediri tahun 2023 ini kami targetkan prevalensi stunting turun pada angka 11,48 persen dan tahun 2024 menjadi 9,2 persen. Hal ini merupakan hasil kesepakatan rapat TPPS tahun 2022," kata Chevy yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kota Kediri ini.

Sebaran kasus stunting di Kota Kediri didominasi oleh wilayah Kecamatan Kota sebesar 37 persen (321 balita stunting), disusul Kecamatan Pesantren 35 persen (303 balita stunting), dan Kecamatan Mojoroto28 persen (240 balita stunting).

"Dari 46 kelurahan di Kota Kediri, kelurahan dengan angka stunting tertinggi adalah Kelurahan Ngadirejo dengan 70 kasus. Untuk kelurahan zero stunting ada di Kelurahan Pakelan," kata Chevy.

Ia menegaskan perlu ada sinkronisasi program dan sinergi dari masing-masing OPD terkait, sehingga penanganan stunting dapat lebih maksimal, efektif, dan efisien.

Pemkot Kediri mempunyai sejumlah program untuk penanganan stunting di antaranya perangkat daerah terkait agar melakukan percepatan pencapaian target percepatan penurunan stunting, penyelenggaraan rembuk stunting tingkat kelurahan agar dilaksanakan bersamaan dengan musrenbang kelurahan.

Kemudian, TPPS menyiapkan penilaian kinerja stunting tingkat nasional tahun 2023, perangkat daerah agar melakukan publikasi kegiatan untuk inovasi program PPS 2023, dan perencanaan kegiatan PPS 2024 agar mengacu Kemendagri Nomor 050-5889 Tahun 2021.

Pihaknya juga telah mengadakan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting ini. Dalam rapat sinkronisasi program percepatan penurunan stunting Kota Kediri tahun 2023 dan persiapan forum perangkat daerah tematik stunting tahun 2024 diikuti oleh sejumlah OPD, antara lain, DP3AP2KB, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Disperdagin, DPUPR, Bagian Pemerintahan, dan perwakilan dari tiga kecamatan wilayah Kota Kediri.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement