Selasa 17 Jan 2023 17:19 WIB

Restu Jokowi untuk Erick dan Nama-Nama yang Ikut 'Nyangkut' di Daftar Calon Pengurus PSSI

Ada nama-nama calon pengurus yang ketika dikonfirmasi merasa tidak mendaftarkan diri.

Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) berfoto bersama pendukungnya usai menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 di Kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Ahad (15/1/2023). Erick Thohir masuk menjadi salah satu kandidat calon Ketua Umum PSSI yang akan dipilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023.
Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Menteri BUMN Erick Thohir (tengah) berfoto bersama pendukungnya usai menyerahkan berkas pendaftaran calon Ketua Umum PSSI periode 2023-2027 di Kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta, Ahad (15/1/2023). Erick Thohir masuk menjadi salah satu kandidat calon Ketua Umum PSSI yang akan dipilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) pada 16 Februari 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Afrizal Roskhul Ilmi, Anggoro Pramudya

Komite Pemilihan (KP) PSSI pada Senin (16/1/2023) sore menutup pendaftaran bursa pemilihan calon Ketua Umum (Ketum), Wakil Ketua Umum (Waketum), dan anggota Komite Eksekutif (Exco) untuk periode 2023-2027.  Terdapat lima orang yang telah menyerahkan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua Umum PSSI.

Baca Juga

Mereka yang mendaftar sebagai calon pengganti Moch Iriawan adalah La Nyalla Mattalitti, Erick Thohir, Arif Putra Wicaksono, Doni Setiabudi, dan Fary Djemy Francis. La Nyalla menjadi yang pertama mengumumkan diri ke publik tentang pencalonannya tersebut pada Jumat (13/1/2023).

Selanjutnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyerahkan formulir pendaftaran pada Ahad (15/1/2023). Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberikan izin kepada Erick Thohir untuk mencalonkan diri sebagai calon ketum PSSI.

“Pak Erick maju, pasti sudah minta izin ke Presiden, nggak mungkin Erick maju tanpa izin Presiden, sehingga beliau secara resmi sudah ajukan diri jadi calon,” ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/1).

Pramono menegaskan, Erick selalu meminta izin kepada Jokowi setiap kali akan mencalonkan diri, termasuk maju sebagai ketum PSSI. Namun, ia memastikan tidak akan ada intervensi dari Istana terkait pencalonannya itu.

 

 

“Pasti Pak Erick kalau mau maju apa saja pasti dilaporkan ke pak Presiden, pasti dilaporkan, tentang iya atau enggak kan terserah, dan yang paling menentukan kan voters, pemilih, di PSSI sendiri, jadi beliau tidak akan melakukan intervensi, akan serahkan ke PSSI sepenuhnya,” jelasnya.

 

Pada hari terakhir pendaftaran, muncul tiga nama lain saat penutupan, yakni Arif, Doni dan Fary. Arif merupakan Chief Executive Officer (CEO) Nine Sport Inc, promotor event-event olahraga ternama di Indonesia. Sebelumnya, Arif pernah mencalonkan diri untuk periode 2015-2019 dan 2019-2023, namun gagal.

Sosok lainnya adalah Doni Setiabudi yang merupakan CEO Bandung Premier League. Doni tidak hanya mengisi formulis calon Ketua Umum PSSI, tapi juga calon Wakil Ketua Umum PSSI dan calon Komite Eksekutif (Exco) PSSI. Doni pernah mengajukan diri menjadi calon ketum PSSI periode sebelumnya, namun saat itu dia tidak lolos verifikasi.

Terakhir adalah Fary Djemy Francis yang merupakan politikus Partai Gerindra. Ia juga pernah mendaftar sebagai calon Ketua Umum PSSI pada 2019 lalu. Pada era kepemimpinan era Edy Rahmayadi, Fary pernah menjadi ketua Departement Sport Intelligent PSSI.

Untuk posisi wakil ketua umum (waketum) PSSI, muncul nama-nama seperti Ratu Tisha; bos Arema FC, Iwan Budianto, hingga Menpora Zainuddin Amali. Khusus untuk Iwan Budianto, pada Selasa (17/1/2023) ia mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah bahwa dirinya mendaftarkan diri sebagai calon waketum PSSI.

Iwan Budianto meminta namanya dihapus dari daftar bursa calon waketum PSSI periode 2023-2027. Diduga kemunculan nama Iwan Budianto karena didaftarkan pihak lain.

Sebagaimana dijelaskan Komite Pemilihan (KP) sebelumnya, nama yang masuk bursa bisa melalui mekanisme pendaftaran diri sendiri maupun didaftarkan orang lain. Iwan berterima kasih dengan pemilik suara PSSI yang telah mendaftarkan dirinya ke KP untuk maju lagi sebagai wakil ketua umum PSSI periode 2023-2027. 

"Namun, seperti janji saya sebelumnya, saya tidak ingin mencalonkan dan dicalonkan kembali menjadi Exco PSSI periode 2023-2027," kata Iwan melalui keterangannya, Selasa (17/1/2023).

Iwan mengaku sudah berkirim surat kepada KP terkait hal ini, untuk meminta agar namanya dicabut dari daftar. "Saya sudah berkirim surat dan meminta Komite Pemilihan untuk menghapus nama saya sebagai calon Wakil Ketua Umum PSSI periode 2023-2027," jelas Iwan.

 

 

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement