Senin 19 Dec 2022 18:06 WIB

Gunung Semeru Erupsi, Abu Teramati Hingga 1.500 Meter

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status level III atau siaga.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Ilham Tirta
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (19/12/2022) pukul 15.58 WIB. Tinggi kolom abunya teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak.
Foto: dok. PVMBG Badan Geologi
Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (19/12/2022) pukul 15.58 WIB. Tinggi kolom abunya teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Senin (19/12/2022) pukul 15.58 WIB. Tinggi kolom abunya teramati sekitar 1.500 meter di atas puncak, sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Hendra Gunawan menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu hingga cokelat. Intensitas tebal abunya condong ke arah utara dan timur laut.

Baca Juga

"Erupsi ini juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar satu menit 40 detik," kata Hendra dalam laporan tertulisnya, Senin (19/12/2022).

Saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status level III (Siaga). Sebab itu, pihaknya merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13  kilometer (km) dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. "Ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," jelasnya.

Di samping itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Hal ini karena area tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selanjutnya, juga diharapkan mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Hal ini terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Kemudian juga mewaspadai potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement