Jumat 16 Dec 2022 17:06 WIB

Jelang Libur Nataru, Reisa Minta Pertokoan Perketat Penggunaan PeduliLindungi

Penggunaan aplikasi dilakukan untuk mencegah pandemi covid,

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro.
Foto: istimewa
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro meminta seluruh pelaku usaha baik pertokoan, pusat perbelanjaan, mall, restoran, hotel, dan tempat rekreasi publik untuk kembali mengetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Pengetatan kembali penggunaan aplikasi ini dinilai penting untuk mencegah penularan kasus Covid-19 di ruang publik.

“Sebagai pengingat kepada seluruh pelaku usaha baik pertokoan, pusat perbelanjaan, mall, perkantoran, restoran, hotel, dan berbagai tempat rekreasi publik untuk kembali mengetatkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi,” ujar Reisa dalam keterangannya di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (16/12).

Baca Juga

Dari data tahun lalu, aplikasi PeduliLindungi mampu mencegah lebih dari setengah juta orang dengan kode hitam atau tengah positif Covid-19 untuk tetap masuk ke ruang publik sehingga berpotensi menularkan ke orang lain. “Maka, dalam rangka liburan akhir tahun ini, salah satu hal yang penting diperhatikan adalah bagi para penjaga atau satpam yang bertugas untuk kembali disiplin melakukan pengecekan penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada para pengunjung,” jelas Reisa.

Lebih lanjut, Reisa juga mengajak masyarakat untuk segera mendapatkan suntikan vaksinasi dosis ketiga atau booster sebelum melakukan libur Natal dan tahun baru. Vaksinasi Covid-19 ini terbukti menurunkan risiko kesakitan dan kematian karena Covid-19.

“Bagi para lansia dan juga tenaga kesehatan kini sudah dapat diberikan kesempatan untuk melakukan booster kedua atau suntikan keempat vaksin Covid-19. Ingat, kita akan menghadapi liburan panjang, di mana aktivitas masyarakat akan meningkat,” kata Reisa.

Ia pun meminta masyarakat agar mempersiapkan diri menghadapi berbagai varian baru Covid-19 dengan antibodi yang terbentuk oleh vaksin. Ia juga mengingatkan, antibodi yang terbentuk dalam tubuh pascavaksinasi membutuhkan waktu sekitar 2 minggu. “Sebaiknya segeralah manfaatkan vaksin gratis dari pemerintah ini sesegera mungkin,” ucapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement