Jumat 21 Oct 2022 16:45 WIB

Menparekraf: Potensi Wisata Kota Palopo Buka Lapangan Kerja 

Kota Palopo dicanangkan sebagai kota wisata kesehatan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Kambo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Foto: Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Kambo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel).

REPUBLIKA.CO.ID, PALOPO -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyambangi Desa Kambo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedatangan Mas Menteri –sapaan Sandiaga- tersebut dalam rangka memberikan penghargaan dan apresiasi atas prestasi pengelola desa wisata tersebut.   

Desa wisata tersebut telah melalui uji standar penilaian tim juri. Mereka nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf, yakni Adira Finance Syariah.

Mas Menteri dan rombongan tiba di titik drop off disambut oleh iringan rebana kemudian berjalan menuju lokasi presentasi. Tampak Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Palopo Judas Amir turut mendampingi Sandiaga. 

Sandi menjelaskan, daya tarik wisata yang bisa dikembangkan Desa Kambo adalah Eco Tourism. Begitu juga Sport Tourism seperti tracking, lari dan mountain bike. 

"Produk ekonomi kreatif juga sangat unggul, antara tadi saya coba Sarabba Kambo," ujar dia dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (21/10/2022).

Terkait resesi ekonomi pada 2023, Sandi optimis, target kedatangan wisatawan asing bisa terpenuhi. Kalau target wisata dalam negeri sudah melampui target, mencapai 700 juta pergerakan wisata dalam negeri.

Sementara Kadis Budpar Sulsel Muhammad Jufri berharap, masuknya Kambo menjadi 50 besar desa wisata, bisa membuat Kambo semakin maju dan mendunia.

Wali Kota Palopo Judas Amir mengatakan, Kota Palopo dicanangkan sebagai kota Wisata Kesehatan. Ini karena, seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Palopo dilengkapi dengan rest area, untuk memberikan kenyamanan kepada pengunjung fasilitas kesehatan yang ada di Palopo. 

"Ada tanah sekitar 30 hektare yang akan disiapkan untuk lapangan golf," imbuhnya.

Setelah menyimak presentasi, Mas Menteri dan rombongan kemudian mengunjungi area suvenir yang terdiri dari stand kriya, kuliner, dan fesyen. Di stand kuliner Mas Menteri diajak untuk membuat minuman Sarabba (minuman khas daerah bugis yang terbuat dari jahe, santan dan gula aren). Mas Menteri juga diajak bermain gasing bersama anak anak.

Bicara potensi wisata, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menambahkan, desa tersebut memiliki karakter geografis yang khas berupa wilayah pegunungan, lembah, dan dataran yang masih sangat asri. Wilayah Kelurahan Kambo memiliki luas 11,42 km persegi dan dihuni sebanyak 1.080 jiwa. 

"Akses untuk menuju Desa Wisata Kambo, wisatawan bisa dengan menempuh jalur penerbangan ke Palopo (Bandar Udara) dilanjutkan dengan melalui jalur darat ke desa sekitar 30 menit," ujarnya.

Sementara Puncak Sarangsarang merupakan salah satu daya tarik destinasi tersebut. Jungle trekking menuju Puncak Sarangsarang menampilkan keragaman hayati khas Sulawesi. 

Di sini sepanjang jalan menuju puncak terdapat perkebunan durian, langsat, rambutan, dan cengkeh. Di Puncak Sarangsarang pengunjung bisa berkemah di Bukit Bintang sembari menikmati wilayah Palopo dari ketinggian saat malam hari.

Lalu ada kolam renang Kambo Highland Resort. Destinasi itu memberikan pengalaman berenang di dataran tinggi 531 mdpl. Dikelilingi pegunungan hijau dan lanskap resort yang estetik. 

"Kalau berbicara potensi alam, seni dan budaya, desa ini memilik sumber daya yang sangat bagus," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement