Kamis 20 Oct 2022 18:55 WIB

Pengamat Nilai AHY tak Penuhi Kriteria Cawapres Anies

Dalam politik dibutuhkan beberapa kriteria dalam membangun koalisi.

Calon presiden (capres) dari Partai Nasdem, Anies Baswedan mengungkapkan tiga kriteria cawapresnya di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (17/10).
Foto: Republika/Nawir Arsyad Akbar
Calon presiden (capres) dari Partai Nasdem, Anies Baswedan mengungkapkan tiga kriteria cawapresnya di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta, Senin (17/10).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Direktur Eksekutif Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas merespon pernyataan bakal calon presiden dari Partai Nasdem, Anies Baswedan yang mengatakan belum ada kandidat yang memenuhi tiga kriteria bakal calon wakil presiden (bacawapres) untuk mendampinginya di Pilpres 2024. 

Menurut Fernando Emas pernyataan Anies tersebut sebagai simbol politik untuk Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang dianggap tidak masuk ke dalam tiga kriteria tersebut. "Dalam politik dibutuhkan beberapa kriteria dalam membangun koalisi, sebagaimana disyaratkan Anies ke calon Cawapresnya," kata Fernando EMaS dalam keterangan persnya Kamis (20/10).

Baca Juga

Fernando EMaS menilai wajar jika AHY tidak masuk kriteria Anies jadi bakal cawapresnya. Sebab, jika Anies-AHY dipaksakan berpasangan di Pilpres 2024, maka peluang menangnya sangat kecil.

“Bagus juga ketika Anies seperti enggan berpasangan dengan AHY, karena memang nilai jual AHY itu kan sampai saat ini kan sangat kecil sekali, kalau ikut Pilpres dan itu sangat-sangat kecil kemungkinan untuk bisa membantu pasangan itu bisa menang Pilpres 2024 yang akan datang. Jadi bukan hanya sekedar meremehkan AHY, tetapi memang ada hitung-hitungan politik,” ungkapnya.

 

Sejauh ini, lanjut Fernando EMaS, Partai Demokrat merasa percaya diri dengan paket duet Anies-AHY yang dianggap cocok berpasangan di Pilpres 2024. Namun, menurutnya, dengan pernyataan Anies itu seolah tidak menganggap AHY. 

Fernando EMaS ungkapkan kriteria pertama yang disyaratkan Anies, bahwa Anies butuh sosok yang memberikan kontribusi dalam pemenangan. Ia menilai sejauh ini elektabilitas AHY yang tercermin dari berbagai survei tidak banyak membantu mendongkrak elektabilitas Anies Baswedan jika mereka berpasangan. 

Meskipun harus diakui, AHY sendiri sebagai Ketua Umum Partai maupun mantan militer. Dua faktor ini, kata Fernando sangat menguntungkan AHY namun tidak cukup mampu mempengaruhi masyarakat untuk mendukungnya di Pilpres 2024. 

“Kalau kita lihat secara elektabilitas memang AHY ini kan sangat tidak membantu untuk bisa berpasangan dengan Anis, tapi ada satu nilai jual AHY yaitu sebagai mantan militer tetapi kan sangat kurang menjual juga karena dari segi pangkat maupun jabatan di militer sangat-sangat diragukan dilakukan oleh masyarakat di Indonesia,” ucapnya.

Sedangkan kriteria kedua, kata Fernando EMaS, Anies membutuhkan sosok yang dapat membantu memperkuat stabilitas koalisi. Menurutnya, secara hitungan politik pasangan Anies-AHY tidak cocok, karena akan terjadi gesekan antar sesama partai politik.

“Sebenarnya kalau saya lihat dari apa yang disampaikan oleh Anis itu dalam hitung-hitungan politik seharusnya pas, karena apa yang dibutuhkan oleh Anies itu tentu bukan tokoh partai politik. Anies kan non Parpol ketika di deklarasikan oleh Nasdem, tentu akan membangun koalisi ketiga parpol itu Nasdem, PKS dan Demokrat tentunya Anis harus berpasangan dengan non parpol juga supaya kesepakatan ketiga parpol itu bisa tercapai,” ujarnya.

Kriteria ketiga, lanjut Fernando EMaS, Anies membutuhkan sosok yang bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif. Sementara AHY sendiri tidak punya pengalaman yang cukup dalam pemerintahan sehingga tidak akan efektif dan membantu. 

“AHY belum memiliki pengalaman sebagai pejabat publik sehingga sangat diragukan akan mampu melakukan tata kelola pemerintahan dengan baik. Hal tersebut semakin dapat dibuktikan ketika tidak mampu mengelola Partai Demokrat dengan baik yang menyebabkan kegaduhan di internal Demokrat dan terjadi beberapa kader di daerah mengundurkan diri,” tegasnya.

Sebelumnya, Anies melontarkan pernyataan soal belum ada sosok yang pas memenuhi kriteria bakal calon wakil presiden pendampingnya di Pilpres 2024. Hal itu dikatakan Anies saat menghadiri acara launching program 'NasDem Memanggil' di NasDem Tower Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10).

"Saya rasa tidak ada ketentuan, tapi saya melihat tiga kriterianya, satu, memberikan kontribusi dalam pemenangan. Kedua, membantu memperkuat stabilitas koalisi. Ketiga, bisa membantu dalam pemerintahan yang efektif," kata Anies 

"Tiga ini yang menjadi faktor dan memang belum ada," tanbahnya. 

Anies mengaku tidak buru-buru, walau belum menemukan bacawapres yang sesuai kriteria. Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut masih banyak waktu untuk mencari calon yang tepat. "Pertama waktunya masih panjang, jadi kita tidak terburu-buru menentukan," ujar Anies.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement