Rabu 05 Oct 2022 16:21 WIB

Kementan: Indonesia Negara Nomor Dua Terbanyak Buang Makanan

Jumlah makanan yang terbuang sebanyak 150-180 kilogram per kapita per tahun.

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Fernan Rahadi
Sampah makanan (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/Fauzan
Sampah makanan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian, Fadjry Djufry, mengatakan  Indonesia merupakan negara nomor dua terbanyak membuang makanan. Menurut hitungan yang pernah dilakukan, jumlah makanan yang terbuang sebanyak 150-180 kilogram per kapita per tahun.

"Waste kita itu hitungan yang pernah kita lakukan 150-180 kilogram per kapita per tahun. Kita nomor dua yang paling besar setelah Saudi Arabia. Saudi Arabia kurang lebih 300 kilogram per kapita per tahun sampah yang terbuang," kata Fadjry di Yogyakarta, Rabu (5/10).

Untuk menekan angka itu, Kementan RI bersama dengan Thünen Institute, Simon Fraser University, Food Agricultural Organization, Center for Indonesian Policy Studies, United Nations Environmental Programme, Stockholm Environment Institute Asia menggelar Worskhop selama dua hari pada tanggal 5-6 Oktober 2022 di Hotel Grand Keisha Yogyakarta. Workshop tersebut mengambil tema 'What Reduction on Food Loss and Waste can and must contributed to Sustainable Intensification'.

"Sejak beberapa tahun ini selalu digalakan. Kita sekarang ini khusus untuk negara2 Asean, memperkenalkan betapa pentingnya kita menekan loss and waste ini," ucapnya.

 

Fadjry menjelaskan, jumlah makanan terbuang di Indonesia mulai dari budidaya hingga terbuang mencapai 13 persen. Dengan menekan jumlah makanan terbuang, maka efektifitas produktifitas meningkat.   

"Tiga persen saja (food loss berhasil ditekan) berarti kan ada peningkatan produksi produktifas yang bisa kita lakkukan. Kita bisa hemat, artinya pendapatan petani bisa naik, dengan  menekan loss kehilangan,"  ucapnya. 

Ia mengatakan waste food terjadi karena orang mengambil makanan berlebihan. Karena itu diharapkan melalui workshop tersebut diharapkan dapat mengedukasi masyarakat. 

"Berapa juta orang kalau satu butir padi 273 juta penduduk satu butir padi saja yang dibuang itu dikali saja, bukan main itu waste yang kita buang dari satu butir padi. karena itu dengan workshop ini dengan beberapa negara ini kita mulai mengedukasi masyarakat kita pentingnya food loss and waste," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement