Kamis 22 Sep 2022 14:23 WIB

Pertumbuhan Ekraf Kota Binjai Bukti Kerja Nyata Menparekraf 

Subsektor kuliner dan kriya bisa menjadi subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Binj

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi stan ekraaf dan kuliner saat mengharisi KaTa Kreatif Indonesia 2022 di Kota Binjai.
Foto: Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi stan ekraaf dan kuliner saat mengharisi KaTa Kreatif Indonesia 2022 di Kota Binjai.

REPUBLIKA.CO.ID, KOTA BINJAI -- Workshop Pengembangan Kabupaten/ Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 kali ini menyambangi Kota Binjai. Kota tersebut merupakan lokasi ke-33 yang mendapat kesempatan mengikuti workshop dan bertemu langsung dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Dalam workshop yang diselenggarakan di Pendopo Omar Baki tersebut, Sandiaga Uno mengatakan, konsep ekonomi kreatif  tidak akan tergerus jaman, dan perlahan akan menggantikan posisi ekonomi ekstraktif. 

“Karena modal awalnya, imajinasi, kreativitas dan inovasi, orisinil, unik dan terbarukan. Karena itu, kita harus mampu membentuk ekosistem ekonomi kreatif yang kuat, tidak sendiri-sendiri, dukungan pemprov, pemkot, legislatif dan pemerintah pusat menfasilitasi sehingga kita punya produk kreatif yang keren,” ujar Sandi dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Kamis (22/9/2022). 

Meskipun belum melakukan uji petik, subsektor kuliner dan kriya bisa menjadi subsektor ekonomi kreatif unggulan Kota Binjai. Pemkot Binjai sudah konsisten mengembangkan sektor parekrafnya baik kuliner maupun kriya, seperti tahu balek, kain ulos, tau kua heci dan mie sop ayam.

Menurut Sandi, kualitas produk UMKM Kota Binjai sudah baik, begitupun dengan citarasa kulinernya yang enak. Hanya, masih diperlukan peningkatan kualitas kemasan, yang bisa dilakukan melalui program bedah desain kemasan kuliner nusantara di Kemenparekraf. “Ini nanti bisa disandingkan dengan proses uji petik, jadi peningkatan kemasan dan pemasarannya,” katanya. 

Program pelatihan dan pendampingan Kemenparekraf bekerjasama dengan pemerintah Kota Binjai diharapkan mampu mendorong UMKM Kota Binjai naik kelas dan semakin menambah peluang usaha dan kerja. Terlebih, selain kuliner dan produk kreatif unggul, Kota Binjai juga didukung infrastruktur yang sudah terbangun dan letak yang strategis. 

Workshop yang dihadiri Wali Kota Binjai Amir Hamzah tersebut diikuti sebanyak 70 pelaku ekraf yang berasal dari subsektor kriya dan kuliner.  "Kita komitmen menjadi kota wisata kuliner, terutama makanan favorit yang ada di Binjai,” ujar Wali Kota. 

Workshop itu merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mendorong terjadinya akselerasi pengembangan ekonomi kreatif di Kota Binjai. Selepas dilaksanakannya kegiatan ini Kemenparekraf/Baparekraf mendorong pihak pemda agar dapat segera mengajukan diri untuk melakukan Uji Petik Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMKI). 

Diharapkan Kota Binjai dapat terus konsisten dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif dan turut memajukan ekonomi kreatif di daerah sekitarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement