Kamis 15 Sep 2022 09:07 WIB

Selain Ning Imaz, Eko Kuntadhi Pernah Hina UAH, UAS, Buya Yahya, dan Aa Gym

Eko mengunggah status tolol tingkat kadal untuk video tausiyah Ning Imas Lirboyo.

Rep: Erik PP/Amri Amrullah/ Red: Erik Purnama Putra
Ustadzah Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Imaz Fatimatuz Zahra alias Ning Imaz menjadi korban penghinaan dan pelecehan di lini masa Twitter.
Foto: Istimewa
Ustadzah Ponpes Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Imaz Fatimatuz Zahra alias Ning Imaz menjadi korban penghinaan dan pelecehan di lini masa Twitter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Eks Ketua Kornas Ganjarist Eko Kuntadhi tercatat bukan kali ini saja menyerang ajaran Islam. Kebetulan, kali ini Eko harus meminta maaf karena Ustadzah Imaz Fatimatuz Zahra alias Ning Imaz yang diserangnya berasal dari Ponsep Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.

Eko mengunggah status dengan narasi 'tolol tingkat kadal' terkait video tausyah Ning Imaz yang membahas Surat Ali Imran ayat 14 tentang kehidupan di surga. Karena mendapat kritikan bertubi-tubi, Eko pun akhirnya meminta maaf.

Dalam catatan Republika, Eko sudah beberapa kali mengejak tausiyah yang dibawakan beberapa ulama atau ustadz. Eko pernah memfitnah Ustadz Adi Hidayat (UAH) dengan tudingan menggelapkan dana donasi untuk Palestina yang terkumpul hingga Rp 30 miliar pada akhir Mei 2021. Tidak ada permintaan maaf untuk itu.

Bahkan, pada 17 Oktober 2021, Eko kembali menyerang UAH yang membahas materi tausiyah kehidupan di surga, mirip dengan yang disampaikan Ning Imaz. "Kayaknya sih, kaum lelaki dapat bidadari. Yang perempuan mendapatkan tupperware," kata Eko melalui akun Twitter @_ekokuntadhi dikutip di Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Baca juga : Masduki Baidlowi: Eko Kuntadhi Mestinya Jadi Contoh Keadaban dalam Bermedsos

Eko juga pernah mengolok-olok video tausiyah Buya Yahya yang membahas masalah umat Islam bisa masuk ke surga. "Yang Muslim masuk surga. Yang Kristen ke Heaven. Yang Yahudi ke taman Eden. Hindu naik ke Swarga Loka. Dan penganut Buddha ke Alam Bahagia," kata Eko pada 5 Oktober 2021.

Pada pertengahan Mei 2022, Eko juga pernah mengolok-olok Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dilarang masuk ke Singapura. Eko pun menyarankan UAS untuk liburan ke Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan agar bisa memberi makan monyet.

"Kalau ditolak liburan ke Singapura. Kan bisa ke Dufan. Naik ontang-anting atau kora-mora. Foto sama badut disana. Atau ke Ragunan juga bisa. Foto sama gajah. Jangan lupa bawa kacang. Buat ngasih makan monyet," kata Eko.

Pendakwah kondang Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym pernah menjadi sasaran omongan pedas Eko. Pada medio Juni 2021, Eko pernah mengomentari hubungan Aa Gym dan Teh Ninih yang harus berpisah.

"Saat ibumu melahirkanmu cuma kau anggap sedang sebagai turun mesin. Jangan salahkan orang jika mereka menganggap kau cuma oli bekas," kata Eko menyindir Aa Gym. Tidak puas, ia menulis status lagi. "Waduh, kok turun mesin? Kirain ustad, ternyata montir," ujar Eko.

Baca juga : Gus Yusuf Tuntut Eko Kuntadhi Minta Maaf ke Lirboyo

Hanya saja, dari berbagai hinaan yang dilontarkannya di media sosial itu, Eko Kuntadhi akhirnya meminta maaf kepada Ning Imas. Dia mengaku, teledor mengunggah status tolol tingkat kadal kepada Ning Imaz yang berasal dari keluarga NU tulen.

"Berkenaan dengan postingan saya di Twitter kemarin, yang mencomot video dari Tiktok, dan ternyata video itu sudah diberi caption yang tidak pantas. Saya menghaturkan permohonan maaf kepada Ning Imas, Gus Rifqil, keluarga besar Lirboyo dan seluruh guru dan teman-teman NU. Saya akui saya kurang teliti saat men-share potongan video tersebut," kata Eko meminta maaf.

Dia mengaku, secara sadar ada yang tidak sesuai dengan caption video tersebut. Atas alasan itulah, ia langsung menghapus unggahan tersebut dari akun media sosial. Saya juga akan berkunjung ke Pesantren Lirboyo untuk meminta maaf kepada yang bersangkutan secara langsung," katanya.

Baca juga : Dalil dan Niat Puasa Senin Kamis

Eko juga meminta maaf kepada warga PP Lirboyo, para kiai, santri termasuk seluruh alumninya. "Saya bertanggungjawab atas kekurangtelitian saya. Sekali lagi, saya mohon maaf bila tindakan saya sudah menyinggung teman-teman semua khususnya warga Nahdliyin," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement