Senin 22 Aug 2022 17:49 WIB

Pemkot Jakbar Minta Warga tak Buat Terali Besi di Jendela Ruko

Pemkot Jakbar meminta warga untuk tidak membuat terali besi cegah kebakaran di ruko.

Kebakaran di ruko yang dijadikan indekos di Jalan Duri Kosambi, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (17/8/2022) pagi. Pemkot Jakbar meminta warga untuk tidak membuat terali besi cegah kebakaran di ruko.
Foto: Antara
Kebakaran di ruko yang dijadikan indekos di Jalan Duri Kosambi, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat (Jakbar), Rabu (17/8/2022) pagi. Pemkot Jakbar meminta warga untuk tidak membuat terali besi cegah kebakaran di ruko.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) meminta kepada warga, khususnya di kawasan Tambora untuk tidak membuat atau memasang terali besi di setiap rumah toko (ruko) agar kebakaran maut di daerah itu tak terulang.

"Kita bersama tiga pilar terus sosialisasi kepada warga," kata Kepala Sektor Tambora Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Barat, Joko Susilo saat dihubungi di Jakarta, Senin (22/8/2022).

Baca Juga

Sebelumnya, kebakaran terjadi di ruko kawasan Duri Selatan, Tambora dan menyebabkan enam orang meninggal dunia. Joko menjelaskan, sosialisasi secara rutin itu akan terus dilakukan dari tingkat RT, RW hingga kelurahan.

Jajaran yang terlibat dalam sosialisasi itu yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) petugas pemadam kebakaran hingga TNI dan Polri. Sejauh ini, sebagian warga diakui Joko merespons imbauan tersebut secara positif.

Namun demikian, beberapa ada pula yang memiliki alasan sendiri untuk tetap memasang terali tersebut. "Sebagai warga beralasan memang demi menghindari tindak pencurian dan kriminal lain makanya dipasang terali besi," kata Joko.

Dia berharap ke depan masyarakat mau melepaskan terali yang ada di seluruh jendela ruko demi memudahkan petugas melakukan penyelamatan jika terjadi kebakaran.

Sebelumnya, Joko menjelaskan kebakaran itu berawal ketika masyarakat melaporkan peristiwa kebakaran pada 06.36 WIB, Rabu (17/8). "Kita terima laporan pukul 06.36 adanya ruko yang dijadikan rumah indekos terbakar," kata Joko.

Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya kemudian mendatangi lokasi bersama pasukan lima unit mobil pompa berikut 25 personel. Sampai di lokasi, terlihat bagian lantai dua ruko tersebut sudah terbakar. Petugas pun langsung melakukan pemadaman.

Karena api tidak kunjung bisa dikendalikan, petugas akhirnya menambah personel hingga total unit yang diturunkan sebanyak 20 mobil pompa berikut 100 petugas. Para korban yang tewas maupun mengalami luka bakar diduga terjebak di dalam rumah indekos yang terbakar itu.

Mereka sulit menyelamatkan diri diduga karena jendela yang ada di lantai dua dan tiga ditutup terali. Selang beberapa lama proses pemadaman akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.30 WIB.

Sejauh ini Joko menduga kebakaran tersebut disebabkan oleh adanya korsleting arus listrik dari lantai dua ruko. "Diduga karena korsleting dari salah satu kamar di lantai dua," jelas dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement