Kamis 18 Aug 2022 12:49 WIB

Wapres: Dulu Jihad Musuh, Sekarang Kita Jihad Ekonomi

Krisis tidak lepas dari berbagai persoalan yang tengah melanda dunia.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Agus raharjo
Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin mengingatkan OJK untuk semakin mampu menghadapi kondisi situasi perekonomian internasional.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Wakil Presiden Republik Indonesia Maruf Amin mengingatkan OJK untuk semakin mampu menghadapi kondisi situasi perekonomian internasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyerukan agar masyarakat Indonesia berjuang dalam pemulihan ekonomi atau berjihad secara ekonomi. Ma'ruf mengatakan, tantangan bangsa Indonesia saat ini berbeda pada saat tahun 1945 melawan penjajah.

Saat ini, kata Ma'ruf, Indonesia mengalami ancaman krisis pangan, krisis energi dan krisis keuangan akibat ketidakpastian situasi global.

Baca Juga

"Kalau dulu jihad menghadapi musuh, kita sekarang menghadapi jihad ekonomi, yaitu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," kata Ma'ruf saat menghadiri acara peringatan Hari Konstitusi Tahun 2022 dan Hari Ulang Tahun MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022).

Wapres Ma'ruf berharap peringatan Hari Konstitusi yang diperingati setiap 18 Agustus menjadi momentum konstitusi bisa menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dia mengingatkan, adanya krisis tidak lepas terjadinya berbagai persoalan dunia mulai dari perang geopolitik Rusia-Ukraina, perubahan iklim, dan dampak lanjutan dari pandemi Covid-19

"Sebagai tantangan kita ke depan. Kita ingin pulih setelah menghadapi pandemi karena itu. Maka Kita harapkan melalui semangat '45 dan semangat keikhlasan para pejuang untuk menjiwai kita semua, kita melakukan jihad ekonomi ke depan," kata Ma'ruf.

Ma'ruf pun berharap masyarakat bisa melepaskan kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok. "Karena itu kita semua sepakat bahwa kita mengesampingkan kepentingan kelompok, kepentingan golongan demi untuk memenuhi panggilan Ibu Pertiwi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement