Jumat 29 Jul 2022 17:06 WIB

Sandi Pulihkan Ekonomi Minahasa Utara Pasca-Pandemi 

Batik Mangrove menjadi salah satu daya tarik ke Desa Budo. 

Kawasan wisata Desa Budo dikelola oleh Bumdes Sinar Usaha Budo.
Foto: Istimewa
Kawasan wisata Desa Budo dikelola oleh Bumdes Sinar Usaha Budo.

REPUBLIKA.CO.ID, MINAHASA UTARA -- Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022, menyambangi Desa Wisata Budo di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Di daerah ini, Menparekraf Sandiaga Uni tengah mengembangkan ecotourism.

Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke desa tersebut disambut hangat dan semarak oleh Bupati Minahasa Utara Joune Ganda serta masyarakat. 

Mas Menteri-sapaan akrab Sandi-serta rombongan menaiki angkutan setempat yang disebut Oto Bakumuka. Yaitu angkutan umum para penumpangnya duduk berhadapan. Kemudian, Sandi disambut 20 penari Masamper. Yaitu tarian khusus untuk menyambut tamu kehormatan. 

”Saya harapkan ini adalah bagian dari ecotourism. Kami sedang mengembangkan secara totalitas ecotourism. Kita juga sudah kembangkan di Bali. Kita juga mau kembangkan di Minahasa Utara," ujar Sandi dalam rilisnya yang diterima Republika.co.id, Jumat (29/7/2022).  

"Harapannya, semakin ke depan menjadi bagian kebangkitan Indonesia. Kalau dilihatkan ini sempat viral. 1.400 yang datang. Ini membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Desa Budo,” beber Sandi lagi. 

Desa Budo masuk ke dalam 50 besar desa terbaik ADWI 2022 yang akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan dari mitra strategis Kemenparekraf selama satu tahun ke depan. Seperti halnya desa wisata yang lain, destinasi wisata di desa itu telah memenuhi standar penilaian tim juri ADWI 2022.

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda berkomitmen untuk membangkitkan pariwisata di Minahasa Utara. Bahkan, dia optimistis, Desa Budo mampu tembus sepuluh besar. 

”Kami akan terus berjuang mudah-mudahan Desa Budo ini akan menjadi masuk 10 besar. Tetapi saya rasa dengan ikhtiar yang kuat dari kami dan seluruh stakeholder di Desa Budo ini mampu tembus 10 besar,” ujar Joune.

Saat ini, kata dia, kawasan wisata Desa Budo dikelola oleh Bumdes Sinar Usaha Budo. Berkat kerja sama yang saling bersinergi dengan masyarakat, desa ini disebut layak menjadi contoh bagi 125 desa lain di Minasaha Utara. "Aspek yang perlu ditiru adalah soal semangat kemandirian untuk membangun desanya," ucap dia.

Dikatakan Sandi, ADWI bertujuan menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia. Baik kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. 

Selain itu, ADWI diharapkan dapat mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru berkelanjutan di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. 

"Potensi fesyen Desa Budo, terutama produksi Batik Mangrove menjadi salah satu daya tarik ke Desa Budo. Dan harus ada yang mereka bisa bawa pulang, salah satunya batik bermotif mangrove," ujarnya. 

Dikatakan Sandi, fesyen sekarang menyumbang USD 21,8 miliar lebih. Dan fesyen yang mendominasi dari segi ekspor. Suatu saat menyumbangkan peningkatan lapangan kerja. "Harapannya fesyen di Desa Budo ini yang ingin dikembangkan yaitu Batik Mangrove bisa menjadi andalan,” beber Sandi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement