Senin 25 Jul 2022 12:14 WIB

Jakpro Sebut Pagar JIS Ambruk karena Antusiasme Warga

Jakpro berjanji akan mengecek kekuatan konstruksi pagar JIS.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Indira Rezkisari
Sejumlah penonton berdiri di atas puing pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Ahad ( 24/7/2022). Pagar pembatas penonton zona utara JIS roboh karena tidak dapat menahan beban orang yang duduk dan bersandar di pagar tersebut.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Sejumlah penonton berdiri di atas puing pagar pembatas yang roboh saat peresmian Stadion Jakarta International Stadium (JIS) di Jakarta, Ahad ( 24/7/2022). Pagar pembatas penonton zona utara JIS roboh karena tidak dapat menahan beban orang yang duduk dan bersandar di pagar tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Widi Amanasto mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi ambruknya pagar Jakarta International Stadium (JIS) kemarin malam. Menurutnya, ambruknya pagar karena antusiasme dari Jakmania yang luar biasa.

“Kita bangga, satu lagi, tentunya kami liat dulu (penyebab ambruknya),” kata Widi kepada awak media, Ahad (25/7/2022) malam.

Baca Juga

Dia mengatakan, pihaknya akan kembali mengecek kekuatan konstruksi secara menyeluruh ke depannya. Meski demikian, dia memuji antusiasme warga dan Jakmania yang bersemangat dalam menyaksikan langsung grand launching JIS.

Sementara itu, Ketua Umum The Jakmania Dicky Sumarno meminta PT Jakpro mengevaluasi banyak hal terkait penonton di dalam JIS, termasuk keamanannya. Dirinya mengaku bersyukur, ambruknya pagar itu terjadi saat liga belum dimulai.

 

“Untung (robohnya) saat peresmian, bukan saat liga dimulai,” kata Dicky.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, mempertanyakan rusaknya tembok pembatas Jakarta International Stadium (JIS) saat grand launching stadion, kemarin malam. Dengan ambruknya pagar pembatas JIS itu, dia meminta ada audit atau pemeriksaan menyeluruh sebelum serah terima dari pemborong proyek.

Dia juga mengingatkan Anies, agar tidak sesumbar menyebutnya mahakarya. “Apalagi rubuh dengan sedikit gangguan. Lebih baik periksa total kualitas pengerjaan stadium,” kata Gilbert.

Dia meminta, perlu ada penindakan lebih lanjut alasan ambruknya pagar JIS tersebut. Dirinya menduga, ada kualitas yang kurang baik dalam pembangunannya.

Padahal, kata dia, pertandingan yang digelar antara Persija dan Chonburi FC itu tidak bisa disebut sebagai pertandingan internasional. Gilbert menyebut, hal itu menjadi preseden buruk bagi Pemprov DKI Jakarta.

“Alangkah malunya bila itu perhelatan internasional. Pelabelan internasional pada Jakarta International Stadium yang berbahasa Inggris juga masih polemik,” tuturnya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement