Kamis 23 Jun 2022 04:32 WIB

Banten-Jabar Kerja Sama Awasi Lalu Lintas Hewan Ternak

Apel dan pelepasan tim pengawasan hewan telah dilakukan pada Rabu.

Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar (kanan) turut mengamati hewan kurban untuk memastikan tidak terjangkit PMK.
Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Penjabat Gubernur Banten Al Muktabar (kanan) turut mengamati hewan kurban untuk memastikan tidak terjangkit PMK.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Pemerintah Provinsi Banten melakukan kerja sama pengawasan lalu lintas hewan ternak dan produk hewan dengan Pemprov Jawa Barat. Pada Rabu (22/6/2022), dilaksanakan apel siaga pelepasan tim pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan dari Jabar dan Banten atau sebaliknya.

Apel tersebut dilakukan di lapangan kantor check point lalu lintas hewan di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penjabat Gubernur Banten, Al Muktabar mengatakan, di masa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang kembali melanda ini, Pemerintah harus hadir memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi masyarakat.

Baca Juga

Salah satu bentuk pengaplikasian itu dengan cara melakukan kerja sama lintas wilayah. "Maka dari itu, saya sangat mendukung sekali kerja sama yang dijalin antara Pemprov Banten yang diprakarsai oleh Kepala Distan dengan Pemprov Jabar melalui dinas terkait," katanya.

Kerja sama seperti itu diharapkan terus berjalan tidak hanya ketika ada wabah PMK. Hal itu mengingat, dalam menjalankan sistem pemerintahan daerah, sinergi dan kolaborasi sangat penting dilakukan guna optimalisasi pelayanan kepada masyarakat.

"Kolaborasi seperti ini merupakan bentuk model NKRI kita dalam menyelesaikan sebuah persoalan yang harus dilakukan bersama. Kerja sama ini akan meringankan dan memudahkan kita menjalankan tugas dan fungsi sebagai pengatur dan pelayan," kata Al Muktabar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, Arifin Sujayana mengungkapkan, pihaknya sangat menyambut baik kerja sama yang diinisiasi oleh Pemprov Banten tersebut. "Kerja sama ini akan terus berlanjut, tidak sebatas pada momen adanya wabah PMK saja," katanya.

Dikatakan Arifin, saat ini wabah PMK di Jabar sudah melanda di 25 kabupaten/kota dengan jumlah hewan yang terjangkit sebanyak 23 ribu. "Upaya vaksinasi terhadap hewan dari daerah asal seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah dilakukan secara maksimal, sehingga kondisinya bisa dipastikan sudah aman dan sehat," kata dia.

Saat ini, fokus Pemprov Jabar terhadap distribusi hewan kurban di dalam daerah. Sebab, penularannya sebagian besar terjadi di antar daerah di Jabar. "Dari data itu, yang terdampak paling banyak sapi perah, kalau sapi potong sudah melandai," katanya.

sumber : Antara
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi