Rabu 20 Apr 2022 14:54 WIB

Kalapas: Pembangunan Tiga Lapas Baru di Nusakambangan Hampir Selesai

Kepala Lapas mengatakan pembangunan tiga lapas baru di Nusakambangan hampir selesai.

Bangunan Lapas yang telah siap difungsikan, terlihat dari luar pagar Lapas Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. Kepala Lapas mengatakan pembangunan tiga lapas baru di Nusakambangan hampir selesai.
Foto: Antara/Idhad Zakaria
Bangunan Lapas yang telah siap difungsikan, terlihat dari luar pagar Lapas Kelas II-A Karanganyar, Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jateng. Kepala Lapas mengatakan pembangunan tiga lapas baru di Nusakambangan hampir selesai.

REPUBLIKA.CO.ID, CILACAP -- Proyek pembangunan tiga lembaga pemasyarakatan (lapas) baru di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, hampir selesai, kata Koordinator Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Nusakambangan dan Cilacap I Putu Murdiana.

"Untuk bangunan sudah hampir 100 persen, tinggal nanti pengadaan sarana dan prasarananya," kata Putu yang juga Kepala Lapas Kelas I Batu di sela kegiatan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 di Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan, Rabu (20/4/2022).

Baca Juga

Kendati demikian, dia mengaku belum mengetahui secara pasti kapan tiga lapas baru tersebut akan beroperasi karena masih menunggu proses organisasi dan tata kerja (orta) di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Menurut dia, tiga lapas baru itu terdiri atas Lapas Nirbaya, Lapas Khusus Narkotika Gladakan, dan Lapas Khusus Teroris Ngaseman. "Mudah-mudahan ortanya tahun ini turun dan segera dioperasikan karena pimpinan di pusat juga mengharapkan setelah tiga lapas baru ini diresmikan, untuk bisa langsung dimanfaatkan," kata dia.

Menurut dia, hal itu disebabkan tiga lapas baru yang masih dalam proses pembangunan tersebut dilengkapi dengan peralatan berteknologi tinggi, sehingga harus segera digunakan agar peralatannya tidak sampai mengalami kerusakan.

Pihaknya telah berupaya mengantisipasi kerusakan perangkat berteknologi tinggi itu dengan mengirimkan beberapa petugas lapas untuk mengikuti pelatihan pengoperasian peralatan tersebut.

Terkait dengan kapasitas di masing-masing lapas baru tersebut, Putu mengatakan untuk Lapas Nirbaya yang menerapkan pengamanan minimum berkapasitas 100 orang, Lapas Khusus Narkotika Gladakan yang menerapkan pengamanan maksimum berkapasitas 250 orang, dan Lapas Khusus Teroris Ngaseman yang menerapkan pengamanan maksimum berkapasitas 250 orang.

"Saat ini di Nusakambangan terdapat delapan lapas dengan kapasitas total mencapai 2.360 orang dan baru terisi 2.352 orang warga binaan berdasarkan data per hari Rabu (20/4) pagi," kata dia.

Delapan lapas yang ada di Nusakambangan saat ini terdiri atas Lapas Terbuka yang menerapkan sistem pengamanan minimum, Lapas Permisan dan Lapas Kembang Kuning yang menerapkan pengamanan medium, Lapas Besi dan Lapas Narkotika yang menerapkan pengamanan maksimum, serta Lapas Batu, Lapas Pasir Putih, dan Lapas Karanganyar yang menerapkan pengamanan super maksimum.

Disinggung mengenai usulan pemberian remisi khusus Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Putu mengatakan hal itu diusulkan oleh masing-masing lapas ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Provinsi Jawa Tengah.

"Penyelenggara remisi di Nusakambangan hanya lapas-lapas dengan pengamanan maksimum, medium, dan minimum. Kalau di lapas dengan pengamanan super maksimum tidak dilaksanakan kegiatan tersebut karena di sana dihuni narapidana berisiko tinggi yang melakukan pelanggaran, sehingga tercatat dalam register F dan tidak berhak mendapatkan remisi," kata dia.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement