Selasa 22 Mar 2022 05:15 WIB

Panglima TNI Andika Perkasa Bahas Konflik Rusia-Ukraina dengan Komandan AS

Jenderal Andika menilai banyak hal yang bisa dipelajari dari perang Rusia-Ukraina.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Laksamana John C Aquilino saat jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3). Keduanya bertemu membahas soal peningkatan kerja sama militer, khususnya latihan gabungan.
Foto: Republika/Flori Sidebang
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat, Laksamana John C Aquilino saat jumpa pers di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (21/3). Keduanya bertemu membahas soal peningkatan kerja sama militer, khususnya latihan gabungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, konflik Rusia dan Ukraina menjadi salah topik yang ia bahas saat bertemu dengan Komandan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (USINDOPACOM) Laksamana John C Aquilino di Jakarta, Senin (21/3). Andika menyebut, diskusi itu menyangkut aspek militer dari kedua belah pihak.

"Jelas, karena militer adalah field (bidang) saya. Jadi dalam perjumpaan kami, kami pun membahas dari segi aspek militer, baik dari kekuatan kedua belah pihak misalnya, kemudian strategi militer, termasuk logistiknya, termasuk kemudian aspek-aspek lain yang kemudian timbul di lapangan sesuai dengan pemberitaan di media yang kita dengar," kata Andika.

Baca Juga

Andika menilai, banyak hal yang bisa dipelajari dari konflik Rusia dan Ukraina. "Oh banyak. Harus dan kita itu juga sebagai profesional militer, kita juga seharusnya mempelajari itu. Karena kan pengalaman orang adalah juga pelajaran yang baik buat kita," ujarnya.

Menurut dia, sangat disayangkan jika seorang profesional di bidang militer tidak mengikuti apa yang terjadi di Ukraina. Meski demikian, Andika enggan merinci apa saja hal yang ia pelajari dari invansi Rusia terhadap Ukraina.

"Jadi kalau militer kemudian tidak mengikuti apa yang terjadi di Ukraina, ya itu sangat disayangkan. Jadi kami pasti berkomunikasi, menanyakan karena mungkin mereka tahu lebih banyak tentang apa yang terjadi di sana, kemudian kita juga perlu mempelajari. Sehingga semuanya itu walaupun kita tidak mengalami sendiri, kita bisa belajar dari pengalaman orang lain," jelas Andika.

"Saya enggak mau membicarakan detail, tapi saya sudah (mempelajari)."

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement