Jumat 18 Mar 2022 13:31 WIB

Menkes: Pelonggaran Saat Ramadhan Tergantung Capaian Vaksinasi Dosis Dua

Menkes mengatakan pelonggaran saat Ramadhan tergantung capaian vaksinasi dosis dua.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Bilal Ramadhan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelonggaran saat Ramadhan tergantung capaian vaksinasi dosis dua.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelonggaran saat Ramadhan tergantung capaian vaksinasi dosis dua.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan pelonggaran di bulan Ramadhan tergantung dengan capaian vaksinasi Covid-19 dosis lengkap di Indonesia dapat tembus 70 persen dalam waktu dekat. Budi menekankan, capaian vaksinasi juga akan memengaruhi aturan di saat bulan Ramadhan nanti.

"Insya Allah kalau cepat vaksinasinya, dosis pertama dan dosis kedua khususnya untuk lansia di atas 60 tahun karena di Hongkong kemarin banyak yang naik dan meninggal karena lansia semua karena suntiknya masih rendah jadi percepat vaksinasi pakai masker nih harus benar," ujar Budi di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga

Target ini tak terlepas dari harapan agar ibadah Ramadhan dan Lebaran pada tahun ini bisa berbeda dibandingkan pada 2020 dan 2021, ketika pembatasan yang cukup ketat membuat ibadah Ramadhan dan Lebaran tak dilakukan dengan semarak.

"Mudah-mudahan nanti turun sehingga bapak presiden bisa nyaman untuk mengambil keputusan (aturan saat bulan Ramadhan)," imbuhnya.

 

Saat ini cakupan vaksinasi dosis 1 telah diberikan kepada 194.136.128 penduduk. Sedangkan cakupan vaksinasi dosis 2 152.729.588 penduduk. Sementara itu vaksinasi dosis 3 sudah mencakup 15.474.618 penduduk.

Cakupan vaksinasi yang luas dan dalam waktu yang cepat sangat penting untuk melindungi golongan rentan seperti lansia dan yang memiliki komorbid. Budi pun kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk saat ini segera melengkapi vaksinasi primer dua dosis dan ditambah dengan booster apabila sudah tiba waktunya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyampaikan di beberapa daerah, upaya menurunkan angka kematian masih terkendala karena adanya pasien yang memiliki komorbid dan belum divaksinasi lengkap.

Percepatan vaksinasi ini, dikatakan Johnny, juga dibutuhkan untuk mendukung aktivitas masyarakat pada Bulan Ramadhan dan Idul Fitri yang akan segera tiba.

"Pada saat mobilitas dan kegiatan masyarakat meningkat bulan depan, kita ingin perlindungan sudah lebih optimal,” tegasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement